Sen07Jan201916:30

Penyebab Penularan Sifilis Pada Pria

Penyakit kelamin sifilis merupakan salah satu penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri bernama Treponema pallidum. Penularan sifilis paling mudah terjadi ketika melakukan hubungan seksual dengan penderitanya. Penyakit kelamin sifilis atau lebih sering disebut dengan raja singa ini adalah salah satu penyakit menular seksual berbahaya yang harus segera ditangani dengan tepat. Karena itu, untuk mengetahui cara penularan sifilis pada pria, maka segera konsultasikan dengan dokter ahli.

penularan sifilis
penularan sifilis


Penyebab Umum Munculnya Penyakit Sifilis

Penyebab utama penularan sifilis pada pria bisa berasal karena memiliki kebiasaan sering bergonta-ganti pasangan seksual. Bakteri ini akan masuk ke dalam tubuh penderitanya melalui hubungan seksual baik dengan cara anal, oral, rektum, dan juga melalui alat vital manusia. Penyakit kelamin sifilis yang tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan kerusakan pada otak dan sistem saraf, terutama jantung.
 
Sementara itu, penularan sifilis yang berasal dari ibu ke janin yang dikandungnya akan terjadi selama masa kehamilan atau melalui proses persalinan secara normal. Bakteri dapat masuk lewat celah atau luka pada kulit saat orang lain bersentuhan langsung meskipun kasusnya sangat jarang. Meskipun begitu, penularan sifilis tidak akan terjadi ketika menggunakan toilet yang sama, memakai peralatan makan secara bergiliran, melalui gagang pintu, dan saat berada di satu kolam renang dengan penderitanya.

Gejala yang Mungkin Dirasakan Penderitanya

Gejala penyakit kelamin sifilis diawali dengan benjolan di sekitar alat kelamin. Munculnya gejala awal ini akan diikuti dengan sakit kepala, flu, dan nyeri pada tulang. Penyakit sifilis dapat dibedakan menjadi beberapa tahapan gejala, yaitu fase menular atau tahap primer dan tahap sekunder, serta fase tidak menular atau tahap tersier.


• Tahap Primer

Gejala penyakit sifilis pada tahap primer biasanya hanya berupa luka yang tidak menimbulkan rasa sakit. Pada pria, luka muncul di sekitar organ kelamin dan sering menimbulkan rasa sakit. Sementara pada wanita, luka dapat berkembang di bagian luar kelamin dan tanpa rasa sakit.


• Tahap Sekunder

Gejala penyakit sifilis tahap sekunder akan muncul selama 2 sampai 12 minggu setelah infeksi pertama kali terjadi. Tanda yang sering muncul lainnya adalah ruam berwarna kemerahan serta adanya luka kecil pada selaput lendir yang berisi nanah.


• Tahap Laten

Tahap laten atau biasa disebut dengan tahap tersembunyi tidak akan memunculkan tanda atau gejala penyakit sifilis apapun. Karena itu, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan, berupa tes darah guna mengetahui diagnosis tepat pada penyebab penyakit sifilis yang diderita pasien.


• Tahap Tersier

Gejala penyakit sifilis pada tahap akhir akan menyebabkan masalah pada pembuluh darah, organ jantung, gangguan mental, masalah pada sistem saraf, kebutaan, hingga kematian. Pada tahapan ini, penderitanya juga mengalami komplikasi, berupa gummata atau luka besar pada kulit, sifilis kardiovaskular, dan neurosipilis.

Penanganan Tepat Terhadap Penyakit Sifilis


Sebelum penularan sifilis terjadi lebih parah, maka penanganan harus dilakukan pada tahap awal munculnya gejala. Pada fase primer dan sekunder, biasanya penderita diberikan obat dalam bentuk suntikan. Sementara itu, pada fase tersier, pemberian obat suntik dapat dilakukan dengan menambahkan dosisnya.

Penanganan terhadap penyakit sifilis dapat Anda lakukan bersama dokter ahli di Klinik Utama Sentosa. Klinik Utama Sentosa merupakan klinik spesialis kulit dan kelamin terpercaya yang berada di daerah Jakarta. Perawatan terbaik akan Anda dapatkan karena klinik ini dilengkapi dengan peralatan medis yang canggih serta modern. Karena itu, segera lakukan konsultasi atau hubungi hotline Klinik Utama Sentosa di nomor 081366657878.