Min12Mei201909:25

Benarkah Sifilis Laten Adalah Fase Paling Berbahaya?

Sifilis laten adalah fase penyakit berbahaya jika tak segera dilakukan penanganan. Penyakit sifilis atau raja singa merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri bernama Treponema pallidum. Tanda atau gejala yang muncul bergantung pada tahapannya, yaitu primer, sekunder, laten, dan akhir. Namun, biasanya gejala paling umum adalah luka yang muncul di organ kelamin, anus, dalam rektum, dan bibir atau mulut.
sifilis laten adalah
sifilis laten adalah

Tahapan Infeksi Gonore Serta Gejalanya

Seseorang yang terinfeksi sifilis dan telah memasuki tahap laten perlu diobati dengan segera. Cara mengobati sifilis laten adalah dengan mengetahui gejala awal sifilis atau fase primer. Kebanyakan penderita sifilis hanya mengalami gejala ringan sehingga infeksi masuk tanpa disadari. Beberapa gejala penyakit sifilis berdasarkan tahapan atau fasenya, antara lain:

• Sifilis primer

Sifilis primer umumnya ditandai dengan gejala berupa luka atau tukak. Luka sifilis akan terlihat 10 hingga 90 hari setelah bakteri masuk ke dalam tubuh. Beberapa bagian tubuh yang menjadi tempat luka muncul adalah organ kelamin, sekitar anus, bibir atau mulut, amandel, dan jari.


• Sifilis sekunder

Jika luka sifilis primer sudah menghilang, gejala yang menandakan berlanjutnya fase adalah ruam dan kutil kelamin. Penderitanya juga akan merasakan gejala mirip flu, seperti tubuh terasa lelah, sakit kepala, nyeri persendian, kerontokan rambut, dan pembengkakan kelenjar limfa.


• Sifilis laten

Sifilis laten adalah fase sifilis yang tidak menunjukkan gejala apapun, namun dapat menularkan infeksi selama 12 bulan pertama. Jika tak ditangani dengan benar, bahaya dari mengabaikan sifilis laten adalah berlanjutnya fase ke tahap paling berbahaya.


• Sifilis tersier

Dampak yang terjadi akibat mengabaikan sifilis laten adalah munculnya fase akhir atau tersier. Pada tahap ini, sifilis menjadi sangat berbahaya dan berdampak pada mata, otak, jantung, pembuluh darah, hati, tulang, serta persendian.


Bagaimana Penanganan Terhadap Infeksi Sifilis?

Pengobatan yang bisa dilakukan untuk sifilis laten adalah mengonsumsi obat sesuai resep dokter. Pemberian obat untuk sifilis tahap primer dan sekunder adalah melalui suntikan selama kurang lebih 14 hari. Sementara pemberian obat untuk sifilis laten akan lebih lama dan diberikan lewat infus. Setelah melakukan pengobatan antibiotik, penderita harus menjalani tes darah guna memastikan infeksi sudah sembuh total. Proses penyembuhan penyakit akan berlangsung cepat jika disertai dengan melakukan beberapa tindak pencegahan, seperti:

• Hindari konsumsi obat-obatan terlarang serta minuman beralkohol.
• Hentikan berbagai aktivitas seksual dalam jangka waktu lama.
• Batasi jumlah pasangan seksual atau setia pada satu orang saja.
• Gunakan kondom ketika berhubungan seksual dengan orang lain.
• Bicarakan secara terbuka dengan pasangan mengenai riwayat seksual.

Sifilis merupakan penyakit yang mudah menular tanpa harus melalui hubungan seksual. Penggunaan jarum suntik tidak steril secara bergantian juga meningkatkan risiko seseorang terinfeksi penyakit menular seksual, termasuk sifilis. Karena itu, usahakan memakai jarum suntik yang telah disterilkan.
 

Segera Lakukan Konsultasi di Klinik Utama Sentosa 

Cara terbaik untuk mengatasi gejala sifilis laten adalah dengan berkonsultasi bersama dokter ahli di Klinik Utama Sentosa. Klinik Utama Sentosa merupakan salah satu klinik kesehatan terpercaya di daerah Jakarta. Klinik kesehatan khusus menangani penyakit kulit dan kelamin ini sudah menggunakan peralatan medis yang canggih dan modern sehingga perawatan dapat berjalan dengan cepat.
 
Klinik Utama Sentosa juga memiliki fasilitas unggulan, seperti layanan konsultasi online dan gratis. Melalui konsultasi, Anda dapat mengetahui penyebab penyakit secara pasti serta jenis perawatan yang bisa dilakukan. Untuk mengetahui informasi mengenai penyakit kulit dan kelamin lainnya, segera lakukan konsultasi atau hubungi hotline Klinik Utama Sentosa di nomor 081366657878.