Sab03Agu201913:02

Apakah Bakteri yang Menyebabkan Penyakit Sifilis?

 Bakteri yang menyebabkan penyakit sifilis adalah Treponema pallidum. Bakteri ini memiliki masa inkubasi antara 9-90 hari. Jadi penderita penyakit sifilis tidak selalu mengalami gejalanya begitu terinfeksi. Sifilis adalah salah satu penyakit menular yang berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.

bakteri yang menyebabkan penyakit sifilis
bakteri yang menyebabkan penyakit sifilis

Sifilis dapat menginfeksi pria maupun wanita, dan penularannya dapat terjadi melalui hubungan seksual. Ketika seseorang terkena penyakit sifilis, maka gejala yang biasa muncul diantaranya adalah luka chancre. Selain itu, luka ruam yang mirip dengan gejala alergi. Gejala yang muncul biasanya tergantung tahap infeksi yang dialaminya. Seperti apa gejala dan tahapan infeksi bakteri sifilis? Mari kita kenali gejalanya serta bagaimana cara mengobati infeksi akibat bakteri yang menyebabkan penyakit sifilis ini.

Apa Itu Penyakit Sifilis?


Sifilis memiliki nama lain yaitu penyakit raja singa. Penyakit sifilis dapat terjadi parda pria maupun wanita, namun lebih sering dialami oleh wanita. Yang perlu diwaspadai dari penyakit sifilis ini tidak hanya gejalanya saja yang dapat menyebabkan gumma atau lubang akibat gejala sifilis. Bakteri yang menyebabkan penyakit sifilis ini juga dapat menular kepada orang di sekitarnya. Terutama kepada bayi maupun pasangan.

Ketika wanita hamil mengalami penyakit sifilis, maka ia berisiko menularkan penyakit sifilisnya pada janin yang dikandungnya. Selain itu, sama halnya dengan penyakit menular seksual lain, sifilis dapat menular melalui hubungan seks. Baik itu seks oral, anal, maupun vaginal berisiko menularkan infeksi bakteri yang menyebabkan penyakit sifilis. Gejala dari penyakit sifilis harus segera diatasi untuk mencegah lukanya semakin melebar dan mencegah penyebaran infeksinya.

bakteri yang menyebabkan penyakit sifilis
bakteri yang menyebabkan penyakit sifilis

Gejala Penyakit Sifilis


Mendeteksi penyakit sifilis dapat Anda lakukan dengan mengenali gejalanya. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa gejala sipilis ini dibagi menjadi beberapa berdasarkan tahap atau fase sifilis nya. Berikut ini beberapa fase atau tahap infeksi bakteri yang menyebabkan penyakit sifilis.

1. Fase primer

Fase awal dari penyakit sifilis ini adalah fase primer. Pada fase ini gejala yang disebabkan biasanya adalah rasa sakit di sekitar arena yang dilalui bakteri untuk masuk ke dalam tubuh. Fase ini terjadi pada hari ke 9-90 setelah bakterinya masuk. Di tahap inilah risiko penularan penyakit sifilis menjadi sangat tinggi. Gejala yang mungkin muncul dan dialami oleh penderita penyakit sipilis pada tahap ini di antaranya adalah:

• Luka chancre

Luka ini dapat muncul pada wanita maupun pria. Pada pria, luka ini biasanya muncul di penis dan pada wanita dapat muncul di luar maupun dalam vagina. Jika pada pria lukanya menyebabkan rasa sakit. Sedangkan pada wanita tidak menimbulkan rasa sakit dan cenderung sulit ditemukan sehingga penderitanya tidak terlalu menyadari adanya infeksi sifilis.


• Adanya kelenjar getah bening yang terjadi di area sekitar luka.


• Luka yang muncul pada tahap sifilis ini biasanya bertahan antara 3-6 minggu dan dapat sembuh sendiri. Ketika luka ini hilang, belum tentu penyakit sifilisnya juga hilang. pasalnya bakteri yang menyebabkan penyakit sifilis ini dapat menular bahkan ketika penderitanya tidak mengalami gejala sama sekali.

2. Fase Sekunder

Pada fase ini, sifilis ditandai dengan munculnya gejala berupa ruam kemerahan ataupun kecoklatan yang biasanya muncul di sekitar telapak tangan maupun telapak kaki. Ruam ini biasanya berukuran kecil dan datar maupun sedikit terangkat pada kulit namun kurang dari 2 cm. banyak yang salah mengira ruam akibat sifilis ini adalah gejala alergi dan meremehkannya. Selain ruam, pada fase ini juga dapat muncul luka lain yang berisi nanah maupun luka yang mirip dengan kutil. Jika baru sekali mengalami sifilis, maka luka ruam ini dapat sembuh sendiri tanpa meninggalkan jejak dalam waktu sekitar 2 bulan. Pasalnya penyakit sifilis ini dapat kambuh kembali dan menimbulkan gejala yang sama seperti sebelumnya, namun gejalanya dapat lebih parah.



3. Fase laten

Fase ini sebenarnya adalah fase tersembunyi dimana tidak ada gejala yang muncul dan seolah bakteri yang menyebabkan penyakit sifilis telah lenyap. Padahal, pada fase ini infeksi masih berlangsung dan bersiap memasuki tahap selanjutnya. Pada fase ini penularan masih bisa terjadi.

4. Fase akhir

Fase ini juga dikenal dengan fase tersier dimana infeksi bakteri yang menyebabkan penyakit sifilis telah masuk melalui aliran darah. Di tahap ini bakteri yang menyebabkan penyakit sifilis telah menginfeksi sistem saraf dan berbagai organ penting lainnya. Gejala yang muncul pada tahap ini meliputi kebutaan, gangguan mental, gangguan jantung, masalah pada sistem saraf. Gejala lain yang muncul adalah luka pada tubuh dan kulit (gummata). Jika luka ini muncul di ruas jari maka dapat menyebabkan jari putus. Fase ini dapat terjadi setelah satu tahun infeksi ataupun bertahun-tahun dimana waktunya tidak pasti.

Untuk mencegah penyakit sifilis mencapai fase terakhir, maka sebaiknya pengobatan dilakukan secepatnya. Jangan tunggu sampai gejala hilang dan muncul. Meskipun gejala sifilis pada fase primer dan sekunder dapat sembuh dan hilang sendiri, namun bakteri yang menyebabkan penyakit sifilis harus segera diatasi. Jika tidak, penularan dan penyebaran bakteri sifilis ke organ tubuh lainnya akan tetap terjadi. JIka sampai ke fase sifilis yang terakhir, maka penyakit ini akan lebih sulit untuk disembuhkan. Selain memakan waktu lama untuk penyembuhannya, sifilis yang tidak dapat diobati dapat menyebabkan kematian.

Mencegah Bahaya Penyakit Sifilis


Bahaya penyakit sifilis dapat dicegah dengan cara melakukan pengobatan yang tepat sejak gejala awal sipilis mulai terlihat. Selagi gejalanya terlihat segera lakukan pengobatan. Pasalnya akan sulit mengatasi penyakit ini jika gejalanya sudah tidak terlihat padahal penularannya tetap bisa terjadi. Periksakan diri ke dokter begitu menemukan gejala yang mirip dengan gejala sifilis. Bahaya sifilis pada fase akhir dapat dicegah jika kita melakukan pengobatan dengan cepat. Salah satu cara untuk mencegah penyebaran infeksi bakteri yang menyebabkan penyakit sifilis adalah dengan menggunakan obat antibiotik. Lakukan pemeriksaan di Klinik Utama Sentosa dan dokter kami akan memberikan obat maupun perawatan yang dibutuhkan untuk mengobati penyakit sipilis. Selama menjalani pengobatan dan perawatan penyakit sifilis, hindari hal-hal yang dapat menyebabkan penularan. Contohnya seperti berhubungan seksual dengan pasangan.



Pada wanita, gejala sifilis jarang muncul sehingga sulit untuk disadari. Lakukan pemeriksaan untuk mendiagnosis penyakit sifilis. Pasalnya jika tidak muncul gejala, maka akan sulit untuk mendeteksi penyakit yang satu ini. Bahkan banyak yang tanpa sadar telah menularkan bakteri yang menyebabkan penyakit sifilis. Pada wanita hamil, biasanya penyakit sifilis terdeteksi secara tidak sengaja ketika melakukan pemeriksaan rutin. Untuk menghindari penularan penyakit sifilis ke janin yang dikandungnya, wanita hamil harus segera menjalani pengobatan penyakit sifilis dengan cara yang tepat dan aman. Untuk mengetahui langkah terbaik untuk mengenali sekaligus mengobati penyakit sifilis, silahkan berkonsultasi dengan dokter kami di Klinik Utama Sentosa. Konsultasinya dapat dilakukan secara langsung maupun melalui layanan hotline di nomor 081366657878 .