Kam09Mei201915:43

Apa Saja Pencegahan Tepat Pada Sipilis Pria?

Penyakit sipilis pria terjadi karena tubuh terinfeksi bakteri Treponema pallidum melalui hubungan seksual. Jika tak segera ditangani, infeksi ini dapat mengakibatkan cacat, gangguan neurologis, hingga kematian. Termasuk ke dalam jenis infeksi menular seksual, penyaki sipilis harus diobati dengan segeras setelah mendapatkan diagnosis dokter. Biasanya, penanganan dilakukan dengan memberikan obat sesuai dengan tingkat keparahan penyakitnya.
sipilis pria
sipilis pria

Gejala Penyakit Sipilis Berdasarkan Fase yang Dialami

Penularan sipilis lebih mudah terjadi pada penderita penyakit HIV. Jika Anda sudah pernah tertular, maka kemungkinan adanya kekambuhan penyakit juga akan meningkat. Gejala sipilis pria memiliki perbedaan karena penyakit dikategorikan menjadi tiga tahapan atau fase. Beberapa gejala akibat terinfeksi bakter sipilis, adalah sebagai berikut:

• Sipilis primer

Sipilis pria yang memasuki tahapan atau fase primer akan ditandai dengan gejala, berupa luka-luka yang tidak terasa nyeri, kencang, dan berbentuk bulat. Luka atau chancres akan muncul sekitar 3 hingga 6 minggu setelah terpapar bakteri penyebab penyakit.


• Sipilis sekunder

Sementara itu, jika sipilis pria sudah memasuki fase sekunder maka gejala yang muncul meliputi ruam yang tidak terasa gatal, nyeri pada otot, tubuh mengalami demam, sakit tenggorokan, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit kepala, mudah lelah, dan menurunnya berat badan.
 

• Sipilis lanjut atau tersier

Penyakit sipilis pria yang tidak ditangani dapat berlanjut ke tahap tersier atau paling berbahaya. Gejala yang akan dirasakan penderitanya adalah kerusakan pada jantung, pembuluh darah, hati, tulang, dan sendi. Selain itu, Anda juga akan mengalami pembengkakan pada jaringan lunak.


Diagnosis Serta Pengobatan Gejala Sipilis

Sebelum penanganan terhadap gejala sipilis pria dilakukan, dokter biasanya akan mendiagnosis penyakit terlebih dahulu. Diagnosis diawali dengan memeriksa kondisi tubuh dan bertanya mengenai riwayat seksual yang dimiliki. Salah satu tes klinis yang dilakukan untuk memastikan infeksi penyakit adalah tes darah atau VDRL. Tes atau pemeriksaan ini berguna dalam menentukan apakah terdapat antibodi untuk melawan bakteri dalam darah.
 
Pengobatan penyakit sipilis bergantung pada tahapan yang dialami penderitanya. Sipilis primer dapat disembuhkan dengan menggunakan antibiotik dalam bentuk suntikan atau minum. Sementara sipilis sekunder dan laten memerlukan pemberian antibiotik dalam waktu yang lebih lama. Selama masa perawatan, penderita gonore disarankan untuk melakukan pencegahan guna mempercepat proses penyembuhan, seperti:

• Cuci tangan sesering mungkin untuk menghindari terjadinya penyebaran infeksi.
• Lakukan akitivitas seksual yang aman, seperti menggunakan pelindung atau kondom.
• Tidak berhubungan intim selama minimal 2 minggu setelah masa pengobatan.
• Hindari menggunakan mainan seks secara bergantian dengan orang lain.
• Tidak mengonsumsi minuman beralkohol serta penggunaan obat-obatan terlarang.
• Bicarakan secara terbuka bersama pasangan mengenai riwayat penyakit yang dimiliki.

Baca juga: Perlukah Pengobatan Sifilis Secara Medis Dilakukan?


Lakukan Konsultasi Bersama Klinik Utama Sentosa

Gejala sipilis pria akan mendapatkan penanganan setelah berkonsultasi bersama dokter ahli di Klinik Utama Sentosa. Klinik Utama Sentosa merupakan salah satu klinik kesehatan yang khusus menangani penyakit kulit dan kelamin terpercaya di daerah Jakarta. Melakukan penanganan di klinik ini, Anda akan ditangani oleh dokter ahli berpengalaman dengan menggunakan peralatan medis yang canggih serta berteknologi modern.
 
Klinik Utama Sentosa juga memiliki fasilitas unggulan, seperti layanan konsultasi online dan gratis. Melalui konsultasi, Anda dapat mengetahui penyebab penyakit secara pasti dan jenis perawatan yang cocok untuk dilakukan. Untuk informasi mengenai penyakit kulit dan kelamin lainnya, segera lakukan konsultasi atau hubungi hotline Klinik Utama Sentosa di nomor 081366657878.