Rab12Jun201915:45

Apa Itu Penyakit Raja Singa?

 

Penyakit raja singa atau yang biasa kita kenal dengan sebutan sifilis merupakan salah satu penyakit menular seksual yang dapat menimbulkan banyak bahaya. Jika tidak segera diobati, sifilis dapat menyebabkan mulai dari gangguan kesehatan organ tubuh bagian dalam hingga kematian. Sifilis dapat diderita oleh pria maupun wanita dan ditularkan melalui kontak seksual.

penyakit raja singa
penyakit raja singa



Sifilis yang didiamkan tanpa pengobatan dapat menyebabkan banyak bahaya, bahkan kematian jika sudah parah. Pasalnya bakteri Treponema Pallidum ini masa inkubasinya cukup lama, sehingga penderitanya seringkali tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi oleh penyakit raja singa. Bahkan tidak semua orang mengalami gejalanya meskipun telah terinfeksi bakteri penyebab sifilis. Banyak yang menyadari adanya infeksi bakteri penyebab sifilis setelah infeksinya sampai pada tahap kronis.

Siapa Yang Berpotensi Terkena Penyakit Raja Singa?


Sifilis dapat menyerang pria ataupun wanita, hanya saja beberapa faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko terjangkit bakteri penyebab penyakit sifilis.

• Bergonta-ganti pasangan atau memiliki lebih dari satu pasangan seksual.
• Berhubungan seksual dengan penderita sifilis.
• Wanita yang sedang hamil.
• Melakukan seks bebas atau tanpa menggunakan pengaman.

Wanita hamil yang terinfeksi penyakit sifilis berisiko menularkan penyakitnya kepada bayi yang dikandungnya. Untuk menghindari penyebaran bakterinya, maka Anda perlu menghindari hal-hal yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit raja singa seperti di atas.


Tahap Penyebaran Bakteri Penyebab Sifilis


Masa inkubasi bakteri penyebab sifilis tergolong lama karena gejalanya dapat muncul bertahun-tahun setelah seseorang terinfeksi penyakit bakteri sifilis. Bahkan ada yang tidak mengalami gejalanya sama sekali, namun bakteri di dalam tubuhnya tetap bisa menyebar dan menular kepada pasangan maupun orang yang ada di sekeliling penderita. Ada beberapa tahapan penyakit sifilis yang biasanya terjadi pada penderitanya, yaitu :

• Tahap primer

Tahap yang pertama adalah tahap primer dimana biasanya belum terlihat gejalanya, sehingga penderita seringkali menyadari bahwa dirinya terkena penyakit sifilis saat melakukan pemeriksaan kesehatan.

• Tahap sekunder

Pada tahap ini, mulai muncul gejala luka berbentuk ulkus yaitu luka yang bagian tepinya keras, namun bagian tengahnya tidak berisi air. Tidak semua penderita mengalami gejala seperti ini, ada pula yang langsung mengalami luka ruam di sekitar telapak tangan maupun telapak kaki.

• Tahap laten

Untuk tahap yang satu ini biasanya tidak disadari karena memang tersembunyi. Pada tahap ini, gejala luka yang sebelumnya muncul seolah menghilang dan sembuh, padahal bakteri Treponema Pallidum nya sedang mempersiapkan diri untuk tahap kronis yaitu tahap tersier.

• Tahap tersier

Pada tahap ini, bakteri penyebab penyakit raja singa telah masuk ke dalam aliran darah dan mulai menginfeksi organ tubuh bagian dalam. Jika sudah mencapai tahap ini, maka akan membutuhkan waktu penyembuhan yang agak lama. Bahkan jika tidak bisa disembuhkan dapat berakibat kematian.

penyakit raja singa
penyakit raja singa

Mengobati Penyakit Sifilis Dengan Cara Medis


Pengobatan untuk penyakit raja singa atau sifilis sebaiknya dilakukan dengan cara medis. Pengobatan mandiri tidak disarankan karena bakteri penyebab sifilis harus segera diobati agar tidak menyebar. Pasalnya jika sudah menyebar ke organ lain, maka penyakit sifilis dapat menyebabkan berbagai komplikasi hingga kematian. Penggunaan obat antibiotik untuk mencegah penyebaran bakteri sifilis juga sebaiknya dilakukan sesuai dengan saran dokter.



Tentu saja pengobatan terbaik adalah yang dilakukan segera setelah gejalanya mulai tampak atau bakterinya mulai terdeteksi di dalam tubuh. Dengan begitu, penularan dan munculnya gejala dapat dicegah. Penyakit raja singa ini sangat berbahaya, selain menular gejalanya seperti luka ruam dapat menyebabkan ruas jari patah jika dibiarkan dalam waktu lama tanpa pengobatan yang tepat. Agar tidak salah menggunakan pengobatan, silahkan lakukan pemeriksaan dan konsultasi di klinik kami yaitu Klinik Utama Sentosa. Jika Anda khawatir, kami menyediakan layanan konsultasi online secara gratis di 081366657878 .