Min06Jan201914:35

Pembesaran Prostat Jinak

 

BPH (Benign Prostatic Hyperplasia) atau pembesaran prostat jinak merupakan kondisi ketika kelenjar pada prostat mengalami pembengkakan, namun tidak bersifat kanker. Kelenjar prostat adalah sebuah kelenjar yang berukuran kecil terletak pada rongga pinggul yaitu antara kandung kemih dan penis pada pria.

pembesaran prostat jinak
pembesaran prostat jinak

Kelenjar prostat ini menghasilkan cairan yang berfungsi menyuburkan dan melindungi sel sperma. Ketika terjadi ejakulasi, prostat ini akan berkontraksi sehingga cairan tersebut akan dikeluarkan bersama dengan sperma, hingga menghasilkan cairan semen.

Kelenjar prostat hanya dimiliki oleh pria, maka tentu seluruh penderita BPH adalah pria. Banyak penderita yang beranggapan bahwa menderita BPH berarti memiliki risiko tinggi untuk menderita kanker prostat. Ternyata anggapan ini tidak sepenuhnya benar, sebab sampai saat ini masih belum ditemukan keterkaitan BPH terhadap peningkatan risiko kanker prostat pada pria.

Gejala umum pembesaran prostat jinak

Gejala umum yang biasanya dirasakan oleh penderita prostat jinak (BPH), antara lain:

  • Selalu merasa ingin berkemih, terutama di malam hari.
  • Nyeri ketika buang air kecil.
  • Sulit mengeluarkan urin.
  • Aliran air urin tersendat-sendat.
  • Mengejan ketika berkemih.
  • Perasaan tidak tuntas setelah berkemih.

Gejala-gejala ini muncul disebabkan tekanan pada kandung kemih serta uretra ketika kelenjar prostat mengalami pembesaran.

Segera konsultasikan jika merasakan gejala BPH, meski gejala yang timbul merupakan gejala yang ringan. Pemeriksaan sangat diperlukan mengingat ada beberapa kondisi yang gejalanya sama sengan pembesaran prostat jinak (BPH), diantaranya:

  • Prostat atau radang pada prostat.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Penyempitan uretra.
  • Penyakit pada batu ginjal serta batu kandung kemih.
  • Bekas luka operasi pada leher kandung kemih.
  • Kanker pada kandung kemih.
  • Gangguan saraf yang mengatur aktivitas kandung kemih.

 

Penyebab Penyakit BPH

Sebenarnya penyebab penyakit pembesaran prostat (BPH) belum jelas diketahui. Namun kondisi ini dapat diperkirakan terjadi karena adanya perubahan kadar hormon seksual akibat proses penuaan.

Secara umum, prostat akan terus tumbuh selama seumur hidup. Pada beberapa kasus, prostat terus berkembang mencapai ukuran yang cukup besar sehingga secara bertahap menghimpit uretra. Uretra yang terjepit menyebabkan urine sangat susah untuk keluar sehingga terjadi gejala BPH. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena pembengkakan prostat jinak adalah:

  • Kurang olahraga.
  • Faktor penuaan pada pria.
  • Menderita penyakit jantung atau diabetes.
  • Efek samping obat-obatan.
  • Faktor keturunan.

 
<<KONSULTASI 24 JAM GRATIS HANYA DI KLINIK SENTOSA >>

Komplikasi akibat penyakit BPH

Pembesaran prostat jinak (BPH) kadang dapat mengarah pada komplikasi karena ketidakmampuan kandung kemih untuk mengososngkon urin. Beberapa komplikasi yang timbul akibat penyakit BPH ini, antara lain:

  • Infeksi pada saluran kemih.
  • Batu kandung kemih.
  • Retensi urin atau ketidakmampuan untuk berkemih.
  • Kerusakan pada kandung kemih serta ginjal.

Komplikasi ini akan muncul apabila pembesaran prostat jinak yang terjadi tidak diobati secara intensif dan efektif dengan pengobatan yang tepat.

Namun demikian risiko pembesaran prostat jinak (BPH) dapat dicegah melalui makanan yang kaya serat serta protein dan rendah lemak seperti kacang hijau, beras merah, gandum serta bayam. Makanan dengan kadar protein tinggi seperti ikan, telur, susu rendah lemak, dada ayam dan keju.

 
SIMAK  Penyebab Pembesaran Prostat Pada Lelaki*

Perawatan pembesaran prostat jinak

Jika Anda sering mengalami masalah pada saat buang air kecil, orang pertama yang harus Anda cari atau temui adalah dokter. Jika Anda tidak secepatnya melakukan konsultasi pada tingkatan ini, gejala akan berkembang menjadi sakit ketika buang air kecil atau bahkan berdarah ketika buang air kecil.

Untuk mengatasi pembesaran prostat jinak, dokter harus mengetahui gejala yang dialami, kapan mulai serta seberapa sering gejala itu muncul. Informasi tersebut akan lebih mudah untuk membantu dokter menentukan adanya BPH dan tingkat keseriusan. Hingga kini, belum ada obat herbal yang dapat mengatasi masalah ini.

Penanganan pembesaran prostat jinak (BPH) berbeda pada setiap penderitanya. Dokter akan memilih jenis langkah pengobatan yang sesuai berdasarkan beberapa faktor, seperti:

  • Kondisi kesehatan penderita.
  • Tingkat rasa ketidaknyamanan yang dirasakan penderita.
  • Usia penderita penyakit pembesaran prostat jinak.
  • Ukuran prostat yang dialami penderita.

Jenis perawatan yang akan dilakukan tergantung pada tingkat keparahan penyakit. Perawatan pada kasus pembesaran prostat jinak yang ringan hingga sedang meliputi pemberian obat-obatan serta perubahan pada gaya hidup.

Perubahan gaya hidup yang dimaksud adalah:

  • Berolahraga secara teratur.
  • Mengurangi atau berhenti untuk mengonsumsi kafein serta minuman keras.
  • Mencari jadwal minum obat yang tepat untuk terhindar dari meningkatnya frekuensi buang air kecil di malam hari (nokturia).
  • Membiasakan diri untuk tidak minum dua jam sebelum tidur agar terhindar dari nokturia.

Pada kasus pembesaran prostat jinak (BPH) yang sudah parah kemungkinan akan membutuhkan pembedahan. Tindakan pembedahan bergantung pada dokter. Dalam beberapa kasus tindakan minim risiko untuk mengurangi ketidaknyamanan selama tindakan dan mengurangi waktu penyembuhan secara signifikan. Prosedur bedah laser menggunakan energi yang tinggi untuk menghancurkan jaringan prostat juga dapat dilakukan. Hal ini akan dilakukan dibawah anestesi umum. Gejala dapat langsung reda seketika.

 

Konsultasikan keluhan Anda pada Klinik Utama Sentosa

Jika saat ini Anda merasakan gejala pembesaran prostat jinak (BPH) terjadi pada Anda, maka sebaiknya segera konsultasikan diri Anda pada dokter untuk mendapatkan penanganan secepatnya. Tidak menunda melakukan tindakan pengobatan merupakan hal yang tepat agar penyakit secepatnya dapat diatasi. Klinik Utama Sentosa salah satu klinik kulit dan kelamin terbaik yang berada di Jakarta, Indonesia. Membantu mengatasi penyakit Anda dengan perawatan medis intensif. Klinik Utama Sentosa memiliki dokter ahli yang sudah berpengalaman yang sudah banyak menangani penyakit kelamin, termasuk penyakit menular seksual (PMS), Andrologi dan Ginekologi dan berhasil disembuhkan. Di Klinik Utama Sentosa Anda akan langsung ditangani oleh dokter ahli di dukung peralatan medis modern serta canggih yang berfungsi untuk membantu proses penyembuhan penyakit.

Klinik Utama Sentosa dengan lokasi yang strategis sehingga mudah di akses bagi Anda yang berada di dalam dan luar kota Jakarta. Sudah banyak pasien yang datang melakukan penanganan penyakit pembengakakn prostat dengan hasil yang sesuai dengan harapan, sehingga Klinik Utama Sentosa banyak diminati oleh masyarakat untuk mengatasi penyakit kulit dan kelamin. Pelayanan dan perawatan medis intensif dari dokter ahli serta peralatan medis yang canggih dengan biaya yang relatif terjangkau, dapat Anda temukan di Klinik Utama Sentosa. Mengutamakan kenyamanan pasien dalam melakukan tindakan pengobatan, kesehatan dan kesembuhan penyakit adalah prioritas bagi kami.

Tunggu apalagi! Silahkan konsultasikan keadaan Anda saat ini pada dokter Klinik Utama Sentosa, dan Anda dapat dengan leluasa untuk menyampaikan keluhan yang Anda alami. Dengan demikian secepatnya Anda akan terbebas dari penyakit dan memperkecil komplikasi yang akan terjadi pada Anda akibat penyakit ini. Menunda pengobatan hanya akan memperparah penyakit dan tentunya penyakit yang sudah parah akan membutuhkan biaya yang lebih mahal.

Untuk informasi lebih lanjut, dan konsultasi langsung dengan dokter Klinik Utama Sentosa, silahkan hubungi hotline kami di Nomor 0813 6665 7878.