Kam11Apr201916:23

Bagaimana Gejala BPH yang Diderita Pria?

Gejala BPH atau benign prostatic hyperplasia umumnya ditandai dengan keinginan buang air kecil yang berlebih. BPH yang biasa dikenal dengan penyakit pembesaran prostat jinak ini terjadi akibat adanya pembengkakan pada kelenjar prostat. Penyakit BPH terkadang mengarah pada komplikasi atau ketidakmampuan kandung kemih untuk mengosongkan kandung kemih. Meski tidak bersifat kanker, pembesaran prostat jinak dapat menyebabkan komplikasi jika tidak ditangani dengan benar.
gejala BPH
gejala BPH

Beberapa Gejala Umum dari Pembesaran Prostat Jinak

Penyakit pembesaran prostat jinak akan ditandai dengan beberapa gejala umum yang mudah dikenali. Gejala BPH pada pria terjadi akibat adanya tekanan pada kandung kemih dan uretra ketika kelenjar prostat mengalami pembengkakan. Beberapa gejala BPH yang akan dirasakan penderitanya, antara lain:



• Keinginan buang air kecil meningkat, terutama saat malam hari.
• Terasa nyeri dan sakit ketika buang air kecil.
• Mengalami kesulitan untuk mengeluarkan air urin.
• Urin yang dikeluarkan terkadang disertai dengan darah.
• Merasa tidak tuntas meski baru selesai berkemih.

Penanganan bersama dokter harus segera dilakukan jika gejala BPH disertai dengan beberapa keadaan, seperti tidak dapat buang air kecil, merasakan sakit saat urinasi, tubuh mengalami demam di atas 38 derajat, punggung bawah terasa sakit, urin yang keluar disertai dengan darah, perih saat berkemih, dan sakit ketika berejakulasi.

Apa Saja Penanganan Tepat yang Bisa Dilakukan?

Penanganan terhadap gejala BPH dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yakni penanganan gejala ringan serta penanganan gejala menengah dan parah. Untuk kasus gejala BPH ringan, penanganan cukup dilakukan dengan obat-obatan, terapi menahan kemih, dan mengubah gaya hidup. Sementara gejala yang sudah memasuki tahap menengah dan parah biasanya dilakukan dengan tindak operasi. Untuk mendapatkan kesembuhan penyakit secara maksimal, tindak pencegahan harus disertai dengan beberapa cara , seperti:


• Biasakan buang air kecil dengan cara duduk atau jongkok, bukan berdiri.
• Perbanyak konsumsi air minum guna membantu melancarkan aliran urin.
• Tidak mengonsumsi cairan apapun sebelum tidur agar terhindari dari nokturia.
• Kurangi atau hentikan kebiasaan mengonsumsi kafein serta alkohol.
• Lakukan olahraga secara teratur, seperti berjalan kali setiap hari selama 1 jam.

Pembesaran prostat jinak atau BPH terkadang menyebabkan munculnya komplikasi. Hal ini dikarenakan ketidakmampuan kandung kemih dalam mengosongkan urin. Komplikasi penyakit yang mungkin muncul akibat penyakit pembesaran prostat jinak adalah infeksi saluran kemih, batu pada kandung kemih, retensi urin akut atau tidak mampu untuk buang air kecil, dan terjadinya kerusakan pada ginjal serta kandung kemih. Beberapa komplikasi-komplikasi ini muncul jika penanganan penyakit tidak segera dilakukan.



Konsultasikan Segera Bersama Klinik Utama Sentosa

Gejala BPH yang diderita oleh pria dapat ditangani dengan melakukan perawatan bersama dokter ahli serta berpengalaman di Klinik Utama Sentosa. Klinik Utama Sentosa merupakan klinik spesialis yang khusus menangani berbagai penyakit kulit dan kelamin terbaik di daerah Jakarta. Sebelum penanganan dilakukan, Anda dapat berkonsultasi guna mengetahui penyebab penyakit secara pasti dan jenis perawatan yang cocok untuk dilakukan.
 
Tak perlu ragu dan khawatir, karena Klinik Utama Sentosa memberikan keringanan pada biaya perawatan terhadap pasiennya. Proses penyembuhan akan berlangsung dengan cepat karena perawatan dilakukan langsung dokter berpengalaman dan dengan menggunakan peralatan medis canggih serta berteknologi modern. Untuk informasi mengenai penyakit kulit dan kelamin lebih lanjut, segera lakukan konsultasi atau hubungi hotline Klinik Utama Sentosa di nomor 081366657878.