Sab06Apr201911:16

Apakah Penyebab Pembesaran Prostat Adalah Infeksi?


Penyakit pembesaran prostat adalah kondisi dimana kelenjar prostat pria membengkak, namun tidak bersifat kanker. Kelenjar prostat pada pria berfungsi sebagai penyubur serta pelindung bagi sel-sel sperma. Umumnya, pria yang rentan menderita penyakit pembesaran prostat adalah berusia di atas 50 tahun. Meskipun begitu, pria dari segala golongan usia berpotensi mengalami kondisi ini karena hanya mereka yang memiliki kelenjar prostat.
pembesaran prostat adalah
pembesaran prostat adalah

Apa Saja Gejala dari Penyakit Pembesaran Prostat?

Gejala yang muncul akibat pembesaran prostat adalah dikarenakan adanya tekanan pada kandung kemih dan uretra. Beberapa gejala umum dari pembesaran prostat, dapat berupa sulit mengeluarkan serta menghentikan aliran urin ketika buang air kecil, meningkatnya keinginan berkemih terutama saat malam hari, aliran urin melemah hingga tersendat-sendat, dan sakit pada perut bagian bawah. Beberapa gejala pembesaran prostat yang menyertai lainnya, yakni:
 

• Mengalami inkontinensia urin atau sering ingin buang air kecil.
• Mengejan pada saat buang air kecil akibat urin sulit keluar.
• Keluarnya urin disertai dengan adanya darah atau hematuria.
• Merasa tidak tuntas meski baru selesai buang air kecil atau berkemih.

Kandung kemih yang tidak kosong sepenuhnya berisiko menyebabkan munculnya masalah serius lain. masalah atau bahaya akibat pembesaran prostat adalah batu kandung kemih, retensi urin akut atau ketidakmampuan untuk buang air kecil, dan hernia inguinalis akibat mengejan. Karena itu, beberapa penderitanya kerap disarankan untuk memakai suatu selang untuk membuang air urin.

Penanganan Tepat Terhadap Pembesaran Prostat Pada Pria


Perawatan tepat pada penyakit pembesaran prostat adalah menggunakan obat, prosedur invasif minimal, serta pembedahan. Penyembuhan masalah kelenjar prostat yang membengkak bergantung pada gejala, tingkat keparahan penyakit, dan ada tidaknya penyakit menular lainnya. Penanganan pembesaran prostat biasanya dilakukan berdasarkan petunjuk dokter dengan cara, seperti menggunakan obat-obatan, terapi menahan berkemih, dan perubahan gaya hidup.

Fungsi obat yang diresepkan pada penderita pembesaran prostat adalah menurunkan ukuran prostat. Selain itu, obat ini juga berfungsi menghambat efek dari hormon dihidrotestosteron. Penanganan pembesaran prostat lainnya, berupa terapi yang bertujuan untuk mengajarkan pasien cara mehanan keinginan berkemih. Sementara, perubahan gaya hidup yang dapat membantu menyembuhkan pembesaran prostat adalah sebagai berikut:

• Rutin melakukan olahraga, seperti berjalan kaki selama setengah jam.
• Kurangi atau hentikan kebiasaan mengonsumsi alkohol dan kafein.
• Biasakan tidak meminum apapun dua jam sebelum waktu tidur.
• Minum obat sesuai resep dokter secara teratur agar terhindari dari nokturia.
• Segera keluarkan urin ketika sudah merasa ingin buang air kecil.
• Ikuti pola makan sehat, seperti konsumsi makanan kaya serat dan protein.
• Buang air urin secara teratur atau setiap 4 hingga 6 jam pada siang hari.


Segera Lakukan Konsultasi di Klinik Utama Sentosa

Cara menangani penyakit pembesaran porstat adalah dengan berkonsultasi terlebih dahulu bersama Klinik Utama Sentosa. Klinik Utama Sentosa merupakan salah satu klinik kesehatan yang khusus menangani penyakit kulit dan kelamin terpercaya di daerah Jakarta. Proses penyembuhan penyakit bersama klinik ini akan berlangsung cepat karena perawatan dilakukan oleh dokter ahli berpengalaman serta berkompoten di bidangnya.
 
Klinik Utama Sentosa melayani pasien dengan maksimal sehingga tercipta kepuasaan serta kenyamanan selama perawatan maupun pemeriksaan rutin. Selain itu, layanan konsultasi secara online dan gratis bisa Anda dapatkan sehingga penyebab penyakit dapat diketahui secara pasti. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penyakit kulit dan kelamin lainnya, segera hubungi hotline Klinik Utama Sentosa di nomor 081366657878.