Sab23Mar201913:59

Apakah BPH Adalah Penyakit Prostat Berbahaya?

Benign prostatic hyperplasia atau BPH merupakan salah satu kondisi dimana kelenjar prostat pria mengalami pembengkakan. Kelenjar prostat berfungsi untuk menghasilkan cairan penyubur serta melindungi sel sperma. Penyakit ini sering kali diderita oleh pria yang berusia di atas 50 tahun, namun risiko penyakit mungkin meningkat akibat pertambahan usia. Karena itu, pemeriksaan kondisi prostat sejak dini sangat diperlukan guna mencegah tubuh terkena penyakit BPH.
BPH adalah
BPH adalah

Tanda atau Gejala Penyakit Pembesaran Prostat

Penyebab munculnya gejala penyakit BPH adalah akibat adanya tekanan pada kandung kemih dan uretra karena pembesaran. Beberapa gejala pembesaran prostat yang akan dirasakan penderitanya, dapat berupa nyeri saat buang air kecil, kesulitan ketika mengeluarkan urin, aliran urin yang dikeluarkan tersendat-sendat, dan perlu mengejan saat buang air kecil. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit BPH adalah sebagai berikut:


• Faktor usia

Seorang pria yang berumur di bawah 40 tahun kerap mengalami gejala pembesaran prostat. Namun, biasanya pria dengan usia 60 keatas lebih berisiko menderita penyakit BPH atau pembesaran prostat jinak.

• Riwayat keluarga

Risiko lain dari penyakit BPH adalah adanya riwayat dari salah satu keluarga. Jika anggota keluarga pernah mengalami pembesaran prostat, maka besar kemungkinan Anda memiliki risiko menderita penyakit tersebut.

• Kondisi kesehatan

Risiko penyakit BPH akan meningkat jika Anda memiliki beberapa kondisi yang memicu pembesaran prostat. Kondisi kesehatan tersebut, antara lain diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan penyakit peredaran darah.

• Disfungsi ereksi

Faktor penyebab lain seorang pria dapat menderita BPH adalah ketidakmampuan organ kelamin untuk menahan ereksi atau biasa dikenal dengan disfungsi ereksi. Impotensi atau disfungsi ereksi dapat meningkatkan risiko sehingga pemeriksaan harus segera dilakukan.

• Gaya hidup

Jarang melakukan olahraga serta tubuh kelebihan berat atau obesitas merupakan penyebab penyakit BPH pada pria. Karena itu, gaya hidup yang aktif secara fisik sangat disarankan oleh dokter ketika melakukan perawatan.

APA PENGERTIAN BPH SECARA UMUM?*

Beberapa Penanganan BPH yang Dapat Dilakukan

Pengobatan yang dapat dilakukan untuk penyakit BPH adalah pemberian obat sesuai petunjuk dokter. Obat tersebut biasanya mampu menurunkan ukuran prostat dan meredakan gejala karena bekerja dengan menghambat efek dari hormon dihidrotestosteron. Selain menggunakan obat, dokter juga akan menyarankan penderitanya melakukan terapi menahan kemih. Beberapa perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan guna mempercepat proses penyembuhan, yaitu:


• Lakukan olahraga secara teratur minimal berjalan kaki selama satu jam.
• Kurangi atau hentikan konsumsi minuman keras serta mengandung kafein.
• Biasakan tidak meminum apapun sebelum tidur guna mencegah nokturia.
• Mulai biasakan untuk uang air kecil dengan cara duduk bukan berdiri.


Segera Konsultasikan Bersama Klinik Utama Sentosa

Cara tepat menangani penyakit BPH adalah berkonsultasi terlebih dahulu bersama Klinik Utama Sentosa. Klinik Utama Sentosa merupakan salah satu klinik kesehatan yang khusus menangani penyakit kulit dan kelamin terpercaya di daerah Jakarta. Proses penyembuhan penyakit bersama klinik ini akan berlangsung cepat karena perawatan dilakukan oleh dokter ahli berpengalaman serta berkompoten di bidangnya.
 
Klinik Utama Sentosa melayani pasien dengan maksimal sehingga tercipta kepuasaan serta kenyamanan selama perawatan maupun pemeriksaan rutin. Selain itu, layanan konsultasi secara online dan gratis bisa Anda dapatkan sehingga penyebab penyakit dapat diketahui secara pasti. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penyakit kulit dan kelamin lainnya, segera hubungi hotline Klinik Utama Sentosa di nomor 081366657878.