Rab15Mei201916:37

Apa Saja Tanda dan Gejala BPH Pada Pria?

Tanda dan gejala BPH yang paling utama adalah pembengkakan pada kelenjar prostat. Prostat merupakan kelenjar seks pria yang berfungsi untuk menyuburkan dan melindungi sel sperma. Letak kelenjar ini adalah di rongga pinggul antara kandung kemih dan penis. Jika tak segera ditangani, dinding kandung kemih dapat melemah dan kehilangan kemampuan untuk mengeluarkan seluruh urin.
tanda dan gejala BPH
tanda dan gejala BPH

Beberapa Ciri dari Penyakit BPH Pada Pria

Umumnya, tanda dan gejala BPH sering dirasakan oleh pria yang berusia di ataas 50 tahun. Pembesaran prostat jinak atau BPH terkadang mengakibatkan komplikasi serius akibat tidak mampu mengosongkan kandung kemih secara tuntas. Beberapa komplikasi yang mungkin muncul adalah infeksi saluran kemih, penyakit batu kandung kemih, retensi urin akut, dan kerusakan kandung kemih serta ginjal. Untuk itu, sebelum komplikasi terjadi ada baiknya mengetahui tanda dan gejala BPH sejak dini, seperti:


• Meningkatnya keinginan buang air kecil.
• Terasa nyeri dan sakit ketika buang air kecil.
• Mengalami inkontinensia urin atau beser.
• Perlu mengejan ketika mengeluarkan urin.
• Aliran urin yang keluar tersendat-sendat.
• Urin yang keluar terkadang disertai darah.
• Merasa tidak tuntas setelah buang air kecil.

Tak hanya faktor usia, tanda dan gejala BPH pada pria bisa muncul karena disebabkan oleh beberapa faktor pemicu, di antaranya kurang berolahraga atau diabetes, menderita penyakit jantung atau diabetes, efek samping dari obat-obatan tertentu, faktor keturunan, dan latar belakang etnis.
 

Metode Pengobatan Guna Menghilangkan Gejala BPH

Pengobatan tepat yang bisa dilakukan untuk mengatasi tanda dan gejala BPH pada pria adalah mengubah gaya hidup, melakukan terapi, dan prosedur operasi. Penanganan akan dilakukan bergantung pada ukuran prostat, usia penderitanya, kondisi kesehatan, dan tingkat ketidaknyaman. Pemberian obat berguna untuk menurunkan ukuran prostat serta meredakan tanda dan gejala BPH.
 
Terapi yang disarankan dokter untuk mengatasi penyakit pembesaran prostat adalah terapi menahan kemih. Cara ini dilakukan setidaknya dalam jeda waktu dua jam setiap akan berkemih. Penderitanya harus mengatur pernapasan, mengalihkan pikiran setiap ingin berkemih, dan merelaksasikan otot. Sementara itu, untuk penanganan dengan mengubah gaya hidup bisa Anda lakukan dengan beberapa cara sebagai berikut:


• Lakukan olahraga ringan, seperti berjalan kaki secara rutin setiap hari.
• Kurangi atau hentikan kebiasaan mengonsumsi kafein serta minuman keras.
• Biasakan untuk tidak meminum apapun dua jam sebelum tidur.
• Buang air kecil sebanyak mungkin atau double voiding.
• Mulailah membuang air kecil dengan cara duduk, terutama bagi pria.

Jika gejala penyakit BPH sudah berada di tipe menengah hingga parah, maka penanganan tepat yang harus dilakukan adalah melalui operasi. Konsultasikan dengan dokter sebelum melakukan tindakan operasi guna mencegah penyakit bertambah parah akibat komplikasi. Selama masa perawatan, penderitanya juga disarankan untuk mengonsumsi makanan yang sehat.


Konsultasikan Bersama Klinik Utama Sentosa

Munculnya tanda dan gejala BPH bisa diatasi jika melakukan perawatan bersama dokter ahli serta berpengalaman di Klinik Utama Sentosa. Klinik Utama Sentosa merupakan klinik spesialis yang khusus menangani berbagai penyakit kulit dan kelamin terbaik di daerah Jakarta. Sebelum penanganan dilakukan, Anda dapat berkonsultasi guna mengetahui penyebab penyakit secara pasti dan jenis perawatan yang cocok untuk dilakukan.
 
Tak perlu ragu dan khawatir, karena Klinik Utama Sentosa memberikan keringanan pada biaya perawatan terhadap pasiennya. Proses penyembuhan akan berlangsung dengan cepat karena perawatan dilakukan langsung dokter berpengalaman dan dengan menggunakan peralatan medis canggih serta berteknologi modern. Untuk informasi mengenai penyakit kulit dan kelamin lebih lanjut, segera lakukan konsultasi atau hubungi hotline Klinik Utama Sentosa di nomor 081366657878.