Jum05Apr201910:30

Pengobatan Klamidia Serta Pencegahannya


Pengobatan klamidia biasanya dilakukan bersama dokter dengan melalui diagnosis penyakit terlebih dahulu. Klamidia merupakan salah satu jenis penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri bernama Chlamydia trachomatis. Tanda umum dari penyakit klamidia adalah rasa sakit pada organ genital dan keluarnya cairan asing dari organ kelamin. Infeksi klamida akan menyerang bagian tubuh, seperti serviks, anus, saluran kencing, mata, dan tenggorokan.
pengobatan klamidia
pengobatan klamidia

Gejala Penyakit Klamidia Secara Umum

Sebelum pengobatan klamidia dilakukan, sebaiknya ketahui gejala umum yang akan muncul. Pada dasarnya, sebagian besar penderita klamidia tidak merasakan gejala saat awal tertular penyakit. Namun, gejala akan muncul setelah 1 hingga 3 bulan dan seringkali diabaikan karena tidak parah serta cepat menghilang. Gejala yang dialami pria dan wanita memiliki perbedaan, yakni sebagai berikut:
 


• Gejala klamidia pria
 
Beberapa pria merasakan gejala yang cukup jelas, namun sebagian lainnya tidak. Gejala yang umum dirasakan penderita klamidia pria adalah sakit pada testikel, adanya sensasi terbakar serta gatal saat berkemih, dan keluarnya cairan berwarna putih yang kental atau cair dari ujung organ kelamin.
 

• Gejala klamidia wanita

Sementara itu, wanita yang terinfeksi klamidia akan merasakan gejala, berupa pendarahan ketika atau setelah melakukan hubungan seksual, keluarnya cairan tidak biasa dari organ kelamin, mengalami menstruasi yang lebih berat serta lama dari biasanya, dan rasa sakit pada perut bagian bawah.
 
Tak hanya menginfeksi organ kelamin, klamidia juga akan menjangkiti mata sehingga menyebabkan konjungtivitis. Infeksi pada mata dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan, terasa perih, mengalami iritasi, dan mengeluarkan cairan. Sementara infeksi yang menyerang anus akan menyebabkan pendarahan, keluarnya cairan asing, serta rasa sakit hingga ketidaknyamanan.

Bagaimana Pencegahan Penyakit Klamidia?

Dokter akan menggunakan kombinasi obat antibiotik sebagai bentuk pengobatan klamidia. Pengobatan klamidia ini dirasakan bagi mereka yang hasil tesnya positif terhadap klamidia, berhubungan seksual dengan penderita klamidia dalam kurun waktu 2 bulan terakhir, bayi baru lahir yang terinfeksi akibat sang ibu positif menderita klamidia. Segera konsultasikan dengan dokter jika memiliki alergi terhadap obat antibiotik.
 
Penderita disarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual selama masa pengobatan klamidia. Hal ini dilakukan guna mencegah penularan infeksi serta kekambuhan penyakit. Masa pengobatan klamidia biasanya berlangsung selama 1 hingga 2 minggu atau hingga infeksi hilang sepenuhnya. Untuk mendapatkan kesembuhan maksimal, beberapa tindak pencegahan penyakit klamidia yang bisa Anda lakukan, antara lain:

• Batasi jumlah pasangan seks atau setia pada satu orang saja.
• Gunakan pelindung atau kondom saat melakukan seks.
• Hindari penggunaan alat bantu seksual secara bergantian.
• Tidak terlalu sering membersihkan organ kelamin, terutama wanita.
• Anda dan pasangan dianjurkan melakukan pemeriksaan rutin.


Segera Konsultasikan dengan Klinik Utama Sentosa

Pengobatan klamidia bisa Anda dapatkan setelah berkonsultasi bersama dokter ahli di Klinik Utama Sentosa. Klinik Utama Sentosa merupakan salah satu klinik kesehatan yang menangani berbagai penyakit kulit dan kelamin terbaik di daerah Jakarta. Melakukan perawatan di klinik ini, Anda akan ditangani oleh dokter berpengalaman dan berkompeten di bidangnya dengan menggunakan peralatan medis canggih serta modern.
 
Klinik Utama Sentosa memberikan keringanan biaya sehingga pasien tidak perlu mengkhawatirkan uang yang harus dikeluarkan. Sebelum perawatan dilakukan, pasien dapat berkonsultasi secara online guna mengetahui penyebab penyakit secara pasti dan jenis perawatan yang cocok dilakukan. Untuk informasi mengenai penyakit kulit dan kelamin lainya, Anda dapat menghubungi hotline Klinik Utama Sentosa di nomor 081366657878.