Sen25Mar201911:52

Ketahui, Begini Perawatan Infeksi Klamidia

Perawatan infeksi klamdia biasanya dilakukan dengan memberikan obat antibiotik. Klamidia merupakan salah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri bernama Chlamydia trachomatis. Infeksi klamidia umumnya akan mengakibatkan rasa sakit pada organ genital dan keluarnya cairan asing dari kemaluan penderita. Selain organ kelamin, penyakit klamidia juga dapat menginfeksi anus, saluran kencing, serviks, mata, serta tenggorokan.
perawatan infeksi klamidia
perawatan infeksi klamidia

Beberapa Tanda atau Gejala Penyakit Klamidia

Beberapa penderita klamidia tidak merasakan gejala sama sekali ketika tertular penyakit. Namun, biasanya gejala baru akan muncul setelah 1 sampai 3 minggu dan tidak berbahaya serta dapat hilang dengan sendirinya. Gejala klamidia yang dialami oleh pria maupun wanita dapat berbeda, akan tetapi terdapat satu kesamaan yaitu sakit ketika buang air kecil. Pria yang menderita penyakit klamidia akan merasakan beberapa gejala, seperti berikut ini:


• Adanya rasa sakit pada testikel.
• Sensasi terbakar saat berkemih.
• Gatal di sekitar area kelamin.
• Keluar cairan asing dari kemaluan.

Sementara wanita, gejala penyakit klamidia ditandai dengan pendarahan ketika melakukan hubungan seksual, mengalami menstruasi lebih berat dari biasanya, sakit pada perut bagian bawah, dan keluar cairan tidak biasa dari organ kelamin. Infeksi klamidia yang sudah menjangkiti mata menyebabkan pembengkakan, terasa perih, dan mengeluarkan cairan. Karena itu, perawatan infeksi klamidia terbaik adalah menemui dokter ahli.


Apa Saja Cara Perawatan Terhadap Infeksi Klamidia

Sebelum perawatan klamidia dilakukan, dokter biasanya akan mendiagnosis penyakit. Klamidia dapat didiagnosis dengan cara mudah serta tidak menimbulkan rasa sakit, yakni menggunakan alat penyeka berbentuk seperti cotton bud atau melalui sampel urin yang diambil. Pada pria, alat penyeka ini dimasukkan ke ujung kelamin guna mendapatkan sampel dari saluran uretra. Sementara wanita, alat tersebut digunakan untuk mengambil sampel dari dalam organ kelamin bawah atau serviks.
 
Setelah diagnosis diketahui, perawatan infeksi klamidia bisa dilanjutkan dengan mengonsumsi obat antibiotik sesuai resep dokter. Selama masa perawatan infeksi klamidia, pasien disarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual.. Untuk mencegah penularan penyakit kembali, pasangan seksual juga perlu melakukan perawatan infeksi klamidia. Untuk mendapatkan kesembuhan maksimal, perawatan infeksi klamidia harus disertai dengan pencegahan, seperti:

• Gunakan pelindung atau kondom saat berhubungan seksual.
• Hindari penggunaan alat bantu seks secara bergantian.
• Tidak melakukan hubungan seks dengan banyak orang.
• Hindari membersihkan organ kelamin terlalu sering.
• Lakukan pemeriksaan kesehatan dengan dokter secara rutin.
• Komunikasikan kehidupan seks bersama pasangan secara terbuka.
• Tidak bergonta ganti atau setia pada satu pasangan seksual saja.


Konsultasikan Segera Bersama Klinik Utama Sentosa

Perawatan infeksi klamidia dapat diketahui dengan melakukan konsultasi bersama Klinik Utama Sentosa. Klinik Utama Sentosa merupakan salah satu klinik kesehatan yang khusus menangani penyakit kulit dan kelamin terpercaya di wilayah Jakarta. Penanganan penyakit di klinik ini dapat Anda rasakan secara maksimal karena ditangani oleh dokter ahli berpengalaman serta berkompeten di bidangnya dengan menggunakan peralatan medis yang telah canggih.
 
Sebelum melakukan penanganan, Anda dapat berkonsultasi mengetahui penyebab penyakit secara pasti dan jenis perawatan yang cocok untuk dilakukan. Tak hanya itu, klinik ini juga memberikan keringanan biaya sehinga pasien tidak perlu khawatir mengenai uang yang akan dikeluarkan. Untuk informasi mengenai penyakit kulit dan kelamin lainnya, Anda bisa segera melakukan konsultasi atau hubungi hotline Klinik Utama Sentosa di nomor 081366657878.