Min24Feb201912:38

Kenali Gejala Infeksi Klamidia Pada Tubuh

Infeksi klamidia terjadi karena adanya bakteri bernama Chlamydia Trachomatis. Pada umumnya, penyakit klamidia tidak menunjukkan gejala atau tanda yang jelas pada tubuh. Namun, jika Anda menderita infeksi klamidia, gejala umum yang akan dirasakan, dapat berupa sakit di organ genital dan keluarnya cairan asing dari kemaluan. Klamidia juga dapat menginfeksi serviks, anus, saluran kencing, mata, dan juga tenggorokan.
infeksi klamidia
infeksi klamidia

Apa Saja Gejala Umum Penyakit Klamidia?

Risiko seseorang terkena infeksi klamidia adalah karena melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan pelindung atau kondom. Gejala infeksi klamidia harus diketahui sejak dini karena dapat menyebabkan kerusakan permanen pada sistem reproduksi wanita, infertilitas, dan kehamilan ektopik atau di luar kandungan. Sementara pada pria, penyakit klamidia akan mengakibatkan peradangan.
 
Biasanya, gejala infeksi klamidia tidak akan terlihat saat bakteri baru masuk pertama kali. Gejala infeksi klamidia baru akan muncul setelah seminggu atau tiga minggu dari masa penularan. Tanda atau gejala penyakit klamidia dapat dibedakan antara pria dan wanita. Beberapa perbedaan gejala yang dirasakan penderita penyakit klamidia, baik pada pria maupun wanita, adalah sebagai berikut:


• Gejala klamidia wanita

Seorang wanita yang menderita penyakit klamidia akan merasakan beberapa gejala umum, seperti keluarnya cairan asing yang berbau, terjadinya pendarahan di luar periode menstruasi, terasa sakit serta nyeri saat haid, daerah sekitar organ kelamin terasa gatal, sakit ketika buang air kecil, dan nyeri pada bagian lambung bawah.


• Gejala klamidia pria

Penderita penyakit klamidia pria memiliki gejala yang sedikit berbeda dengan wanita. Gejala yang akan dirasakan penderitanya, antara lain munculnya cairan bening atau keruh di ujung kelamin, adanya rasa sakit ketika buang air kecil, terasa panas serta gatal di lubang kemaluan, dan terjadi pembengkakan pada testis.


Diagnosis Serta Pencegahan yang Dapat Dilakukan

Penyakit klamidia menular melalui hubungan seksual yang tidak aman. Tak hanya kontak seks, infeksi penyakit klamidia juga bisa menyebar jika organ genital Anda dan pasangan bersentuhan langsung meski tanpa penetrasi. Selain itu, hal lain yang memicu seseorang terinfeksi bakteri klamidia adalah menggunakan mainan seks tanpa mencucinya terlebih dahulu.

Untuk mengetahui penyebab penyakit klamidia lebih lanjut, dokter akan mendiagnosis melalui berbagai tes atau pemeriksaan. Tes yang dilakukan dokter salah satunya adalah tes swab atau pengambilan sampel urin. Pemeriksaan dengan air urin ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya bakteri penyebab infeksi. Penanganan klamidia dilakukan dengan mengonsumsi obat antibiotik secara rutin sesuai resep dokter. Untuk mendapatkan kesembuhan maksimal, Anda bisa menerapkan beberapa tindak pencegahan, seperti:

• Selalu gunakan pelindung atau kondom saat berhubungan seksual.
• Tidak menggunakan mainan seks secara bergantian.
• Setia pada satu pasangan seksual saja.
• Rutin periksakan kesehatan seksual Anda dan pasangan.


Segera Konsultasikan dengan Klinik Utama Sentosa

Penanganan infeksi klamidia dapat Anda lakukan bersama dokter ahli di Klinik Utama Sentosa. Klinik Utama Sentosa merupakan salah satu klinik kesehatan yang menangani berbagai penyakit kulit dan kelamin terbaik di daerah Jakarta. Melakukan perawatan di klinik ini, Anda akan ditangani oleh dokter berpengalaman dan berkompeten di bidangnya dengan menggunakan peralatan medis canggih serta modern.
 
Klinik Utama Sentosa memberikan keringanan biaya sehingga pasien tidak perlu mengkhawatirkan uang yang harus dikeluarkan. Sebelum perawatan dilakukan, pasien dapat berkonsultasi secara online guna mengetahui penyebab penyakit secara pasti dan jenis perawatan yang cocok dilakukan. Untuk informasi mengenai penyakit kulit dan kelamin lainya, Anda dapat menghubungi hotline Klinik Utama Sentosa di nomor 081366657878.