Kam11Apr201915:13

Beberapa Pencegahan Terhadap Klamidia Pada Wanita

Klamidia pada wanita terjadi akibat melakukan hubungan seksual yang tidak aman, seperti tanpa kondom. Sebagian besar kasus klamidia pada wanita disebabkan karena sudah aktif secara seksual sejak usia muda. Penderita penyakit klamidia akan merasakan gejala, berupa nyeri atau sakit ketika buang air kecil. Jika tak ditangani dengan segera, maka dapat menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih serius.
klamdia pada wanita
klamidia pada wanita

Penyebab Penyakit Klamidia Serta Diagnosisnya

Infeksi penyakit klamidia dapat menular pada orang lain melalui hubungan seksual atau menyentuh organ kelamin yang terinfeksi. Berbagai aktivitas seksual yang menyebabkan bakteri klamidia berpindah ke orang lain adalah melalui oral, anal, maupun vaginal. Karena itu, bergonta ganti pasangan seksual dapat meningkatkan risiko terjangkitnya penyakit klamidia. Beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan munculnya gejala klamidia pada wanita, antara lain:


• Berhubungan seksual tanpa menggunakan pelindung atau kondom.
• Pernah menderita penyakit menular seksual lainnya.
• Sudah aktif secara seksual sejak usia yang masih muda.
• Memiliki kebiasaan sering bergonta ganti pasangan seksual.

Klamidia pada wanita yang sedang hamil bisa menularkan pada bayi dalam kandungannya. Bayi yang terinfeksi klamidia akan mengalami pembengkakan pada mata serta keluarnya cairan yang disebut konjungtivitis. Meski klamidia pada wanita mudah menular, infeksi tidak akan terjadi akibat menggunakan dudukan toilet yang sama, berbagi peralatan mandi dengan penderita, melakukan kontak langsung seperti berciuman atau berpelukan, berada di satu kolam renang yang sama, dan menggunakan alat makan secara bergantian.

Pengobatan Tepat Terhadap Infeksi Klamidia

Pengobatan terhadap infeksi klamidia pada wanita bisa dilakukan dengan menggunakan kombinasi obat antibiotik. Beberapa obat antibiotik yang dikonsumsi sesuai anjuran dokter aman untuk dikonsumsi olah wanita hamil. Meskipun begitu, obat ini memiliki beberapa efek samping, seperti diare, menurunnya nafsu makan, mual hingga muntah, perut kembung, dan sakit pada perut. Selama masa perawatan, penderita penyakit klamidia tidak disarankan untuk melakukan hubungan seksual.
 
Proses penyembuhan penyakit dapat berlangsung dengan cepat jika disertai dengan tindak pencegahan. Beberapa tindak pencegahan tehadap penyakit menular seksual, termasuk klamidia, seperti menggunakan pelindung atau kondom ketika berhubungan seks, tidak menggunakan alat bantu seks secara bergantian, batasi jumlah pasangan seks atau setia pada satu orang saja, dan lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
 
Mengubah pola hidup menjadi lebih sehat juga perlu diterapkan untuk mencegah masuknya infeksi menular seksual ke dalam tubuh. Makanan sehat dapat membantu melindungi usus serta meminimalisir efek samping akibat mengonsumsi obat antibiotik. Menjaga tubuh dengan mengubah pola hidup memang tidak menyembuhkan penyakit, namun berguna untuk menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap kuat dalam melawan infeksi.


Segera Konsultasikan Bersama Klinik Utama Sentosa

Penanganan klamidia pada wanita bisa dilakukan bersama dokter ahli di Klinik Utama Sentosa. Klinik Utama Sentosa merupakan salah satu klinik kesehatan yang menangani berbagai penyakit kulit dan kelamin terbaik di daerah Jakarta. Melakukan perawatan di klinik ini, Anda akan ditangani oleh dokter berpengalaman dan berkompeten di bidangnya dengan menggunakan peralatan medis canggih serta modern.

Klinik Utama Sentosa memberikan keringanan biaya sehingga pasien tidak perlu mengkhawatirkan uang yang harus dikeluarkan. Sebelum perawatan dilakukan, pasien dapat berkonsultasi secara online guna mengetahui penyebab penyakit secara pasti dan jenis perawatan yang cocok dilakukan. Untuk informasi mengenai penyakit kulit dan kelamin lainya, Anda dapat menghubungi hotline Klinik Utama Sentosa di nomor 081366657878.