Jum12Apr201914:24

Bagaimana Klamidia Pada Pria Dapat Terjadi?

Penyakit klamidia pada pria ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak aman, seperti tanpa kondom. Penyebab terjadinya penyakit klamidia dipicu oleh infeksi bakteri bernama Chlamydia trachomatis. Penyakit kelamin klamidia akan menyebabkan kerusakan permanen jika tak segera ditangani. Gejala penyakit kelamin biasanya muncul dalam waktu 1 hingga 3 minggu setelah bakteri pertama kali menginfeksi.
klamidia pada pria
klamidia pada pria

Apa Saja Penyebab Penyakit Kelamin Klamidia?

Klamidia pada pria dapat menular melalui hubungan seksual, baik secara oral, anal, maupun vaginal. Selain itu, penyakit klamidia juga dapat menyebar pada orang lain akibat menggunakan alat bantu seks yang telah terkontaminasi. Karena itu, bergonta ganti pasangan berisiko meningkatkan penularan bakteri penyebab penyakit klamidia. Beberapa faktor risiko seseorang mudah terkena infeksi klamidia, adalah sebagai berikut:


• Pernah menderita penyakit menular seksual sebelumnya.
• Memiliki lebih dari satu pasangan seksual.
• Melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kondom.
• Sudah aktif secara seksual sebelum berusia 18 tahun.

Meski mudah menular, penyakit klamidia pada pria tidak akan menular karena beberapa hal, seperti menggunakan peralatan makan yang sama dengan penderita, memakai dudukan toilet secara bergantian, berbagi handuk atau peralatan mandi, berada di dekat orang yang terinfeksi penyakit, berciuman atau berperlukan, melakukan kontak fisik seperti berpegangan tangan, dan berada di satu pemandian atau kolam renang yang sama.

Pengobatan Tepat Terhadap Gejala Penyakit Klamidia

Pengobatan klamidia pada pria harus diawali dengan mendiagnosis penyakit menggunakan alat penyeka atau melalui tes sampel urin. Alat penyeka berbentuk tipis ini akan dimasukkan ke ujung kemaluan guna mengumpulkan sampel cairan. Setelah hasil diagnosis diketahui, penanganan penyakit klamidia pada pria baru bisa dilakukan. Gejala yang muncul akibat infeksi klamidia dapat diobati dengan menggunakan kombinasi obat antibiotik.
 
 
Selama masa perawatan, penderita disarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual. Hal ini dilakukan guna menghindari terjadinya penularan kembali akibat bakteri belum benar-benar hilang. Untuk mendapatkan kesembuhan dengan cepat, perawatan klamidia pada pria harus disertai dengan tindak pencegahan, seperti:


• Gunakan pelindung atau kondom

Penyakit kelamin dapat dicegah dengan menggunakan pelindung atau kondom ketika berhubungan seksual. Kondom berfungsi untuk mencegah terjadinya perpindahan bakteri melalui cairan organ kelamin.
 

• Batasi jumlah pasangan seksual

Memiliki lebih dari satu pasangan dapat meningkatkan risiko tertular infeksi penyakit kelamin. Karena itu, usahakan untuk tidak bergonta ganti pasangan atau setia pada satu orang saja selama melakukan kegiatan seksual.


• Lakukan pemeriksaan secara rutin

Pemeriksaan kesehatan seksual secara rutin terutama yang telah aktif secara seksual sangat diperlukan. Melakukan pemeriksaan bisa membantu Anda untuk memantau kondisi serta pengobatan sejak dini jika diperlukan.


Segera Lakukan Konsultasi Bersama Klinik Utama Sentosa

Penyakit klamidia pada pria bisa ditangani bersama dokter ahli di Klinik Utama Sentosa. Klinik Utama Sentosa merupakan salah satu klinik kesehatan yang menangani berbagai penyakit kulit dan kelamin terbaik di daerah Jakarta. Melakukan perawatan di klinik ini, Anda akan ditangani oleh dokter berpengalaman dan berkompeten di bidangnya dengan menggunakan peralatan medis canggih serta modern.
 
Klinik Utama Sentosa memberikan keringanan biaya sehingga pasien tidak perlu mengkhawatirkan uang yang harus dikeluarkan. Sebelum perawatan dilakukan, pasien dapat berkonsultasi secara online guna mengetahui penyebab penyakit secara pasti dan jenis perawatan yang cocok dilakukan. Untuk informasi mengenai penyakit kulit dan kelamin lainya, Anda dapat menghubungi hotline Klinik Utama Sentosa di nomor 081366657878.