Sel06Agu201913:40

Bagaimana Cara Menghilangkan Jamur di Vagina?

 

Cara menghilangkan jamur di vagina dapat dilakukan dengan menggunakan obat anti jamur. Penggunaan obat anti jamur dapat dilakukan sesuai dengan resep dokter agar lebih aman. Normalnya, pada tubuh kita memang ada jamur baik. Namun, ketika perkembangan jamur ini melebihi batas, maka jamur ini akan berubah menjadi bahaya.

cara menghilangkan jamur di vagina
cara menghilangkan jamur di vagina


Jamur yang pertumbuhannya terlalu banyak dapat menyebabkan infeksi pada vagina. Infeksi jamur di vagina ini disebut sebagai kandidiasis. Infeksi jamur ini dapat dialami oleh pria maupun wanita. Infeksi kandidiasis dapat terjadi akibat adanya infeksi akibat bakteri maupun jamur. Jika terjadi infeksi jamur di sekitar vagina, biasanya penderitanya akan mengalami gejala gatal pada vagina maupun keputihan yang membuat tidak nyaman. Dan perlu segera dilakukan cara menghilangkan jamur di vagina untuk mengatasi gejalanya.

Faktor Risiko Adanya Jamur di Vagina

Ketika ada jamur di vagina yang menyebabkan infeksi, maka wanita dapat mengalami gejala gatal yang mengganggu. Gatal ini dapat berubah menjadi iritasi jika tidak diatasi dengan benar. Ada beberapa faktor yang menyebabkan wanita lebih mudah mengalami gejala gatal akibat jamur di vagina. Mengetahui faktor penyebabnya merupakan salah satu cara menghilangkan jamur di vagina tanpa harus mengalami gejala yang parah. Infeksi jamur pada vagina wanita merupakan hal yang tidak diremehkan, pasalnya gejala yang disebabkannya dapat mengganggu kenyamanan aktivitas sehari-hari.
 
Infeksi jamur pada vagina ini dapat menyebabkan berbagai gangguan salah satunya adalah rasa sakit yang mengganggu di sekitar alat kelamin. Gatal ini disebabkan oleh infeksi jamur karena perkembangbiakannya yang terlalu banyak. Jadi, untuk mengatasinya, cegah pertumbuhannya jamur ini agar tidak menyebabkan infeksi dengan cara menghilangkan jamur di vagina yang tepat. Jika infeksinya diobati, maka gejala yang muncul juga akan ikut berhenti muncul dan mengganggu aktivitas. Jauhi hal-hal yang dapat memicu terjadinya infeksi jamur pada vagina, seperti berikut ini:


• Berhubungan seksual yang tidak aman

Bergonta ganti pasangan seksual serta tidak menggunakan alat pengaman seperti kondom merupakan salah satu penyebab infeksi jamur pada vagina dapat terjadi.

• Memakai pakaian dalam terlalu ketat

Pakaian dalam maupun pakaian luar yang terlalu ketat dapat menyebabkan kulit mudah iritasi dan akhirnya memicu infeksi jamur pada kulit di sekitar vagina.




• Menderita penyakit diabetes

Faktor lainnya adalah menderita penyakit diabetes. Penderita penyakit diabetes umumnya akan mengalami gangguan fungsi organ. Hal ini membuat mereka memiliki kekebalan tubuh yang lemah sehingga jauh lebih mudah terkena gangguan infeksi, baik jamur, bakteri, maupun virus.

• Memakai alat kontrasepsi

Mengonsumsi obat KB maupun memakai alat kontrasepsi. Alat kontrasepsi yang kurang cocok dapat menyebabkan berbagai gangguan. Untuk itu dalam menggunakan alat kontrasepsi ini sebaiknya sesuai dengan resep dokter. Akan lebih bagus jika Anda melakukan KB alami meskipun cara ini sudah jarang dipilih karena lebih mengandalkan ingat dan jadwal yang tepat.

• Sedang hamil

Wanita hamil, umumnya memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, hal ini membuatnya lebih mudah terinfeksi. Makanya wanita hamil perlu diberikan vitamin dan obat antibiotik untuk mencegah infeksi akibat jamur, bakteri, maupun virus.

• Mengonsumsi obat antibiotik tertentu

Wanita yang mengonsumsi obat antibiotik tertentu juga dapat mengalami infeksi jamur. Penggunaan antibiotik memang dapat melemahkan bakteri atau jamur, namun jika penggunaannya tidak sesuai dosis justru dapat menyebabkan gejala yang lebih fatal. Ketika bakteri resisten, maka obat antibiotik tidak dapat mencegah perkembangan sekaligus infeksinya.

Ketika Anda merasa memiliki faktor risiko infeksi jamur pada vagina seperti di atas, maka sebaiknya Anda waspada. Salah satu tanda yang mungkin muncul ketika vagina mengalami infeksi jamur adalah rasa gatal di sekitar kemaluan. Selain rasa gatal, gejala lain yang mungkin terasa adalah keputihan yang dapat membuat kita merasa tidak nyaman. Untuk mengatasi gejalanya, maka dapat dilakukan dengan cara menghilangkan jamur di vagina. Untuk menghilangkan jamur ini dapat dilakukan dengan cara mengatasi faktor pemicunya. Untuk mengetahui pemicunya, lakukanlah pemeriksaan ke dokter yang Anda percaya. Cara menghilangkan jamur di vagina ini harus segera dilakukan untuk menghindari adanya bahaya yang dapat disebabkan oleh infeksi jamur di vagina.


Mencegah Infeksi Jamur di Vagina


Untuk mencegah munculnya gejala akibat infeksi jamur di vagina, dapat dilakukan dengan menghindari berbagai hal yang dapat memicu terjadinya infeksi jamur atau kandidiasis. Berikut beberapa tips yang dapat digunakan sebagai cara menghilangkan jamur di vagina.

• Segera mengganti pakaian yang basah, baik itu saat terkena air maupun keringat dengan pakaian yang kering jika telah selesai berenang maupun berolahraga.
• Mengganti kaos kaki secara rutin.
• Mengonsumsi probiotik secara rutin dan sesuai dengan dosis yang dibutuhkan.
• Menghindari penggunaan pakaian yang terlalu ketat.
• Menjaga kadar gula pada darah bagi penderita diabetes.

Selain mencegah terjadinya kandidiasis, perawatan terhadap gangguan candidiasis dan cara menghilangkan jamur di vagina juga sebaiknya dilakukan dengan baik. Salah satu caranya adalah dengan mencuci vagina yang mengalami gejala kandidiasis dengan sabun yang aman dan lembut. Kandidiasis dapat menyebabkan gejala yang semakin parah jika tidak ditangani dengan cara yang tepat. Pasalnya kandidiasis ini tidak hanya bisa menginfeksi vagina saja, jika Anda menderita kandidiasis dan berhubungan oral dengan pasangan maka pasangan Anda juga bisa tertular. Salah satu gejala kandidiasis yang mungkin dialami adalah munculnya ruam di kulit. Ruam ini dapat menyebabkan gatal-gatal, kulit kering, serta pecah-pecah.

cara menghilangkan jamur di vagina
cara menghilangkan jamur di vagina

Gejala Akibat Jamur di Vagina dan Pengobatannya

Cara menghilangkan jamur di vagina perlu dilakukan untuk menghindari gejala yang mungkin disebabkan seperti gatal pada kemaluan. Gatal pada kemaluan dapat terjadi akibat berbagai sebab, untuk itu agar tidak salah mengobati gatal di vagina perlu didiagnosis penyebabnya. Selain akibat infeksi jamur kandidiasis, gatal pada vagina juga merupakan salah satu reaksi terhadap alergi dan iritasi. Vagina adalah salah satu bagian tubuh yang sering tertutup dan bersuhu hangat dan seringkali lembab. Hal inilah salah satu penyebab vagina lebih mudah terinfeksi bakteri, jamur, ataupun virus. Untuk mencegah infeksi jamur di vagina, maka gunakan cara menghilangkan jamur di vagina. Jamur perlu diatasi dengan obat jamur yang ampuh agar tidak muncul kembali. Ketika jamur mulai tumbuh berkembang biak tak terkendali, maka gejalanya juga akan muncul kembali.
 
Pasalnya infeksi jamur pada vagina tidak hanya menyebabkan gatal saja, namun juga gejala lain yang mengganggu. Salah satunya yaitu keputihan. Jika keputihan abnormal yang terjadi, maka hal itu bisa jadi gejala dari penyakit menular seksual. Penyakit menular seksual dapat menular melalui hubungan seks dengan pasangan. Dan bahayanya penyakit menular seksual ini adalah sulit untuk disembuhkan. Salah menggunakan obat hanya akan memperburuk kondisi yang Anda alami, jadi lebih baik lakukan pengobatan dan cara menghilangkan jamur di vagina dengan bantuan dokter dari Klinik Utama Sentosa. Untuk reservasi pengobatan maupun konsultasinya dapat Anda lakukan secara online di nomor 081366657878 .