Min17Feb201914:21

Kutu Rambut Kelamin dan Gejala yang Menyertai

Kutu rambut kelamin hidup dengan menghisap darah manusia dan dapat menyebar melalui kontak seksual. Dalam beberapa kasus, kutu dapat ditemukan di bulu mata, ketiak, dan rambut wajah. Ukuran dari kutu rambut kelamin biasanya lebih kecil dari kutu tubuh dan kutu kepala. Secara umum, kutu rambut kelamin banyak ditemukan pada orang yang memiliki infeksi menular seksual.
kutu rambut kelamin
kutu rambut kelamin

Apa Saja Penyebab Adanya Kutu Kelamin?

Penyebab munculnya kutu rambut kelamin adalah melakukan hubungan seksual yang tidak aman. Selain itu, penggunaan selimut, handuk, dan seprai yang sama dengan penderita akan memicu penyebaran kutu rambut kelamin. Beberapa faktor lain yang memicu seseorang menderita penyakit kutu kelamin adalah memiliki lebih dari satu pasangan seksual, melakukan kontak fisik maupun seksual dengan orang yang terinfeksi, dan memakai pakaian secara bergantian.
 


Adanya kutu rambut kelamin biasanya ditandai dengan rasa gatal pada area kelamin atau anus 5 hari setelah infeksi pertama kali terjadi. Rasa gatal akan terasa lebih intens pada malam hari karena kutu menjadi lebih aktif dalam menghisap darah. Gejala umum lainnya yang mungkin mengindikasikan infeksi kutu kelamin ini, antara lain:

• Muncul bintik kecil pada kulit yang bewarna merah kebiruan.
• Adanya bintik cokelat, yakni kotoran kutu pada celana dalam.
• Terdapat kutu beserta telornya pada rambut di tubuh penderitanya.
• Mengalami demam, mudah marah, dan mudah merasa lelah.
• Terjadi iritasi serta peradangan akibat terlalu sering digaruk.
• Mengalami peradangan pada mata akibat infeksi pada bulu mata.


Bagaimana Penanganan yang Dapat Dilakukan?

Pengobatan kutu pada kelamin dapat dilakukan dengan memberikan obat topikal, berupa losion, krim, atau sampo antiparasit. Obat ini hanya boleh dipergunakan pada area yang terinfeksi atau bagian luar tubuh saja. Pemberian obat ini harus dilakukan secara rutin dan memerlukan pengulangan setelah 9 atau 10 hari. Untuk menghindari terjadinya penularan, Anda harus melakukan beberapa tindak pencegahan, seperti:


• Hindari memakai peralatan mandi secara bergantian

Penularan kutu pada rambut kelamin akan mudah terjadi jika menggunakan peralatan mandi, seperti handuk yang sama. Selain itu, hindari pula berada di satu seprai dengan penderitanya karena kutu dapat merayap dan berpindah dari rambut ke rambut.


• Periksakan seluruh anggota keluarga bersamaan

Jika Anda terdiagnosis menderita penyakit kutu kelamin, maka segera ajak seluruh anggota keluarga untuk memeriksakan kondisi kesehatan dengan dokter. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan penyakit.


• Tidak melakukan hubungan seks terlebih dahulu

Selama masa perawatan, Anda tidak diperbolehkan untuk melakukan hubungan seksual dengan pasangan. Dokter biasanya menyarankan penderita kutu kelamin untuk menunggu sampai gejala serta penyakit sembuh total.


Segera Konsultasikan dengan Klinik Utama Sentosa

Cara terbaik menghilangkan kutu rambut kelamin adalah melakukan perawatan bersama Klinik Utama Sentosa. Klinik Utama Sentosa merupakan salah satu klinik kesehatan yang khusus menangani berbagai penyakit kulit dan kelamin terbaik di wilayah Jakarta. Melakukan penanganan di klinik ini, proses penyembuhan dapat berlangsung cepat karena ditangani oleh dokter ahli berpengalaman dan berkompeten di bidangnya.
 
Klinik Utama Sentosa juga memberikan keringanan pada biaya perawatan sehingga pasien tidak perlu khawatir mengenai uang yang harus dikeluarkan. Berbagai fasiltas unggulan juga dimiliki klinik ini, salah satunya adalah layanan konsultasi online dan gratis. Melalui konsultasi, penderita dapat mengetahui penyebab penyakit secara pasti dan jenis perawatan apa yang cocok dilakukan. Untuk informasi lebih lanjut, segera hubungi hotline Kami di nomor 081366657878.