Jum01Mar201916:15

Kenali Penyebab dari Kutu Bulu Kelamin


Kutu bulu kelamin terjadi akibat adanya serangga berukuran sangat kecil yang menempati rambut kasar manusia. Meski kerap ditemukan pada rambut kelamin, kutu ini juga bisa menyerang bulu ketiak, rambut dada, serta rambut wajah, seperti janggut, kumis, bulu mata, dan alis. Penyakit kutu bulu kelamin ini menular karena melakukan kontak fisik yang berdekatan dan sering kali melalui kontak seksual.
kutu bulu kelamin
kutu bulu kelamin

Apa Saja Gejala Penyakit Kutu Kelamin?

Gejala kutu bulu kelamin biasanya muncul setelah 1 hingga 3 minggu menginfeksi manusia. Seseorang yang terinfeksi kutu bulu kelamin ditandai dengan rasa gatal intens pada area tertentu. Rasa gatal akan semakin parah ketika malam hari sebab kutu menjadi lebih aktif menghisap darah. Penyebab gatal bukan karena gigitan serangga, namun akibat reaksi alergi kulit dengan air liur kutu. Beberapa gejala akibat kutu bulu kelamin yang mungkin muncul, antara lain:
 


• Terdapat bekas gigitan kutu berupa bintik kecil berwarna merah kebiruan.
• Terjadi peradangan hingga iritasi akibat terlalu sering menggaruk.
• Terlihat kutu beserta telornya pada rambut-rambut yang terinfeksi.
• Adanya peradangan pada mata karena kutu menyerang bulu mata atau alis.

Pada sebagian penderita kutu kelamin, gejala kerap tidak muncul dengan jelas. Hal inilah yang mengakibatkan penyebaran kutu pada orang lain dapat terjadi tanpa disadari. Oleh karena itu, pemeriksaan bersama dokter harus dilakukan secara rutin guna mengetahui diagnosis penyakit lebih lanjut.


Komplikasi Kutu Kelamin Serta Pencegahannya

Iritasi akibat terlalu sering menggaruk area yang terinfeksi kutu bulu kemaluan berisiko menimbulkan komplikasi, berupa impetigo. Impetigo merupakan bisul atau benjolan yang muncul karena paparan bakteri. Selain itu, bahaya lain yang mungkin terjadi adalah peradangan pada kelopak mata atau konjungtivitis. Jika hal ini sudah terjadi, maka penanganan bersama dokter ahli harus segera dilakukan.
 
Pengobatan penyakit kutu kelamin bisa dilakukan dengan memberikan obat topikal dalam bentuk losion, krim, maupun sampo parasit. Obat ini dapat dioleskan pada area yang terinfeksi ataupun seluruh tubuh bagian luar saja. Pemberian obat kutu kelamin memerlukan pengulangan setelah 9 sampai 10 hari. Untuk memastikan kutu menghilang secara total, maka beberapa tindak pencegah perlu dilakukan, seperti:

• Hindari berbagi handuk, pakaian, atau seprai dengan orang yang terinfeksi.
• Jika terdiagnosis penyakit, segera periksakan seluruh anggota keluarga.
• Hindari melakukan hubungan seksual hingga dinyatakan sembuh oleh dokter.
• Batasi kontak fisik dengan penderita kutu, seperti berpelukan dan ciuman.
• Bersihkan seluruh bagian rumah dan cuci semua handuk, pakaian, dan seprai.
• Komunikasi dengan pasangan jika terdiagnosis penyakit kutu kelamin.


Segera Konsultasikan dengan Klinik Utama Sentosa

Kutu bulu kelamin dapat ditangani dengan melakukan pemeriksaan bersama dokter ahli di Klinik Utama Sentosa. Klinik Utama Sentosa merupakan salah satu klinik kesehatan yang khusus menangani penyakit kulit dan kelamin terpercaya di daerah Jakarta. Melakukan perawatan di klinik ini, penyakit akan ditangani langsung oleh dokter berpengalaman dengan menggunakan peralatan medis yang canggih serta modern.
 
Klinik Utama Sentosa juga memberikan keringanan biaya pada setiap pasien ketika melakukan perawatan maupun pemeriksaan rutin sehingga tidak perlu khawatir mengenai uang yang harus dikeluarkan. Sebelum melakukan penanganan, Anda dapat berkonsultasi terlebih guna mengetahui penyebab penyakit serta jenis perawatan yang cocok dilakukan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penyakit kulit dan kelamin lainnya, segera hubungi hotline Klinik Utama Sentosa di nomor 081366657878.