Kam25Apr201911:30

Gatal Akibat Kutu, Begini Penanganannya

Gatal akibat kutu di kemaluan disebabkan oleh reaksi kulit terhadap air liur serangga tersebut. Kutu kelamin hidup dengan cara menghisap darah melalui kulit manusia. Selain rambut kemaluan, kutu juga bisa mendiami bulu ketiak, bulu kaki, janggut, kumis, bulu mata, alis, serta punggung. Penyebaran kutu ini biasanya terjadi karena kontak fisik dengan penderitanya, termasuk berhubungan seksual.
gatal akibat kutu
gatal akibat kutu

Gejala Penyakit Kutu Kelamin Serta Penyebabnya

Gejala utama dari infeksi kutu kelamin yang dirasakan penderitanya adalah rasa gatal yang parah. Gatal akibat kutu bukan berasal dari gigitan, namun reaksi alergi atau hipersensitivitas kulit terhadap liur sebelum digigit. Gatal akibat kutu akan terbatas pada area yang terkena saja, seperti selangkangan, perut, paha, serta kaki. Seseorang yang terkena infeksi kutu kelamin juga dapat mengalami iritasi atau peradangan karena sering menggaruk kulit yang terasa gatal.
 


Jika kebiasaan menggaruk ini dibiarkan, maka akan muncul tanda garukan dan kulit rusak atau terlepas. Selain itu, penyakit kutu kelamin juga ditandai dengan adanya tetes atau bercak darah yang sangat kecil di atas kulit serta pakaian dalam. Beberapa gejala akibat infeksi kutu kelamin lainnya yang perlu Anda ketahui, antara lain:


• Adanya bintik kecil berwarna merah kebiruan pada kulit bekas gigitan kutu.
• Terlihat kutu beserta telornya di rambut-rambut tubuh manusia.
• Terdapat bintik cokelat di pakaian dalam yang merupakan kotoran kutu.
• Tubuh mengalami demam, mudah marah, serta berkurangnya energi.

Sebelum mengetahui pengobatan terhadap gatal akibat kutu, penyebab kemunculan penyakit harus diketahui terlebih dahulu. Tak hanya melalui kontak intim, kutu kelamin juga bisa menular pada orang lain karena menggunakan selimut, handuk, seprai, maupun pakaian secara bergantian dengan penderitanya.

Apa Saja Penanganan Terhadap Infeksi Kutu Kelamin?

Gatal akibat kutu di kemaluan dapat diatasi dengan menggunakan obat topikal, seperti losion, krim, ataupun sampo parasit. Obat ini hanya dapat digunakan pada area yang terinfeksi atau tubuh bagian luar saja. Penanganan gatal akibat kutu dengan obat tersebut perlu pengulangan setelah 9 sampai 10 hari. Selain itu, pemeriksaan area yang terinfeksi selama masa pengobatan sangat penting dilakukan guna memastikan keberadaan kutu atau telor yang mungkin masih ada.
 
Selain menggunakan obat berbentuk krim tersebut, penanganan penyakit kutu kelamin perlu disertai dengan beberapa tindak pencegahan. Cara tepat untuk menghilangkan kutu pada kelamin adalah dengan membersihkan diri, pakaian, handuk, ataupun seprai. Beberapa cara lainnya yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kutu pada rambut kemaluan, yakni sebagai berikut:

• Tidak berbagi pemakaian handuk, pakaian, seprai, maupun selimut dengan penderita kutu kelamin.
• Periksakan seluruh anggota keluarga serta pasangan jika Anda terdiagnosis penyakit kutu kelamin.
• Hindari melakukan hubungan seksual dengan pasangan hingga dinyatakan telah sembuh oleh dokter.


Segera Lakukan Konsultasi Bersama Klinik Utama Sentosa

Munculnya rasa gatal akibat kutu pada kelamin dapat dihilangkan dengan melakukan perawatan bersama Klinik Utama Sentosa. Klinik Utama Sentosa adalah salah satu klinik spesialis penyakit kulit dan kelamin terbaik di daerah Jakarta. Melakukan perawatan di klinik ini, Anda akan ditangani oleh dokter ahli berpengalaman dengan menggunakan peralatan medis canggih yang berteknologi modern.
 
Klinik Utama Sentosa memberikan kemudahan pada pasien yang ingin melakukan penanganan penyakit dengan memberikan layanan konsultasi secara online dan gratis. Melalui konsultasi ini, Anda akan mengetahui penyebab penyakit, bahaya atau komplikasi jika tidak segera ditangani, dan jenis pengobatan yang cocok untuk dilakukan. Karena itu, tak perlu ragu dan segera hubungi hotline Klinik Utama Sentosa di nomor 081366657878.