Min03Feb201915:04

Apa Saja Penanganan Kutu Pada Kemaluan?

Kutu pada kemaluan merupakan parasit kecil yang hidup dengan cara menghisap darah melalui kulit. Parasit ini biasanya akan menempati area berambut di tubuh manusia, seperti rambut kemaluan, bulu ketiak, bulu kaki, bulu mata, bulu dada, serta punggung. Karena ukurannya yang sangat kecil inilah, kutu dapat bertahan pada rambut kemaluan yang memiliki tekstur kasar dan tebal dibanding rambut kepala karena cenderung lebih halus.

kutu pada kemaluan
kutu pada kemaluan


Gejala Umum Adanya Kutu di Kemaluan

Adanya kutu pada kemaluan biasanya menimbulkan gejala, berupa rasa gatal akibat reaksi kulit dengan liur kutu sebelum digigit. Gejala kutu kemaluan akan muncul setelah 1 hingga 3 minggu di area yang terinfeksi. Area yang ditempati kutu akan timbul bintik kecil berwarna merah kebiruan pada kulit bekas gigitan. Jika dibiarkan, peradangan atau iritasi dapat terjadi akibat terlalu sering digaruk. Beberapa gejala umum lainnya dari infeksi kutu pada kemaluan, antara lain:
 


• Mengalami demam namun dengan suhu rendah.
• Terdapat bercak berwarna pucat pada bekas gigitan.
• Merasa kurang energi dan lebih mudah emosi.
• Adanya bintik cokelat atau telor kutu pada celana dalam.
• Terjadi peradangan mata akibat infeksi di bulu mata atau alis.

Kutu pada kemaluan dapat menular kepada orang lain karena melakukan kontak tubuh dengan penderitanya. Kutu ini mudah menyebar dengan cara merayap dari rambut ke rambut, meski tidak dapat melompat atau terbang. Karena itu, penularan kutu pada kemaluan paling banyak terjadi ketika melakukan kontak seksual secara oral. Menggunakan pakaian, seprai, dan handuk yang sama dengan penderitanya juga bisa menyebabkan penularan meski kasusnya sangat jarang.


Diagnosis Serta Penanganan yang Dapat Dilakukan

Diagnosis terhadap kutu pada kemaluan dilakukan guna memastikan keberadaan kutu secara pasti. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta menanyakan beberapa pertanyaan, seperti gejala yang dirasakan serta riwayat penyakit sebelumnya. Jika diagnosis sudah dilakukan, penanganan bisa segera dilakukan dengan pemberian obat topikal ataupun krim sesuai anjuran dokter. Beberapa penanganan yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala yang muncul, adalah sebagai berikut:


• Gunakan sampo khusus

Pelembap atau sampo yang digunakan untuk menghilangkan kutu pada tubuh bisa Anda dapatkan dengan mudah di apotek. Namun, penggunaannya harus tetap di bawah pengawasan dokter terutama jika sedang dalam keadaan hamil. Tak hanya itu, cucilah rambut kemaluan secara rutin jika gejala yang dirasakan masih tergolong ringan.


• Lakukan perawatan rumahan

Kutu yang terdapat pada rambut kemaluan dapat bertahan dan menempel pada rambut dalam waktu yang cukup lama. Karena itu, selain penanganan bersama dokter Anda juga bisa menerapkan perawatan rumahan, seperti mengangkat sisa telur dengan capitan, bercukur, serta mandi menggunakan air panas.


• Periksakan seluruh keluarga

Untuk menghindari penularan lebih lanjut, ada baiknya Anda dan keluarga melakukan pemeriksaan secara bersamaan dengan dokter ahli. Selain itu, rumah juga perlu dibersihkan dengan mencuci semua handuk, seprai, dan pakaian dengan air hangat guna menghindari penyebaran kutu yang tidak disadari.


Konsultasikan dengan Klinik Utama Sentosa

Penanganan masalah kutu pada kemaluan bisa Anda lakukan bersama dokter ahli di Klinik Utama Sentosa. Klinik Utama Sentosa merupakan salah satu klinik kesehatan yang khusus menangani berbagai penyakit kulit dan kelamin terpercaya di daerah Jakarta. Melakukan perawatan di klinik ini, penyakit yang Anda derita akan sembuh dengan cepat karena dilengkapi peralatan medis canggih berteknologi modern.
 
Selain itu, Klinik Utama Sentosa juga memiliki berbagai keunggulan, salah satu layanan konsultasi online dan gratis. Melalui konsultasi, Anda akan mengetahui penyebab penyakit secara pasti serta jenis perawatan yang cocok dilakukan. Untuk informasi mengenai penyakit kulit dan kelamin lainnya, segera lakukan konsultasi atau hubungi hotline Klinik Utama Sentosa di nomor 081366657878.