Sel16Apr201910:35

Apa Pemicu Munculnya Kutu di Rambut Kelamin?

Kutu di rambut kelamin merupakan parasit yang hidup dengan cara menghisap darah melalui kulit. Kutu atau parasit ini dapat bertahan pada rambut yang bertekstur kasar dan tebal. Karena itu, tak hanya pada rambut kemaluan, kutu sering kali ditemukan di bulu ketiak, kaki, perut, dada, punggung, dan wajah. Munculnya kutu di rambut kelamin ini dapat menyebabkan rasa gatal dan tidak nyaman yang cukup mengganggu.
kutu di rambut kelamin
kutu di rambut kelamin

Penyebab Kutu Kelamin Serta Gejalanya

Penyebab utama munculnya kutu pada rambut kelamin adalah infeksi parasit bernama Phthirus pubis. Kutu di rambut kelamin ini dapat menyebar melalui kontak fisik dengan orang yang terinfeksi, termasuk berhubungan seksual. Kutu di rambut kelamin tidak dapat melompat atau terbang, namun akan berpindah dengan cara merayap. Untuk bertahan hidup, kutu akan menghisap darah dari kulit manusia.



Dalam beberapa kasus, kutu di rambut kelamin dapat menyebar karena menggunakan pakaian, seprai, atau handuk yang sama dengan penderita. Selain itu, infeksi akibat kutu kelamin yang diderita anak-anak bisa mengindikasikan adanya pelecahan seksual. Biasanya, bagian tubuh anak-anak yang diserang kutu adalah bulu mata dan alis. Gejala yang dirasakan oleh penderita kutu kelamin, baik orang dewasa maupun anak-anak, antara lain:


• Rasa gatal pada kulit akibat bereaksi dengan liur kutu.
• Muncul bintik merah kebiruan di kulit bekas gigitan kutu.
• Terdapat bintik cokelat pada celana dalam yang merupakan kotoran kutu.
• Terlihat kutu beserta telor pada rambut yang dihinggapi.
• Terjadi peradangan hingga iritasi karena terlalu sering menggaruk.
• Adanya infeksi atau peradangan pada mata, terutama bulu mata dan alis.

3 CARA MENGHILANGKAN KUTU KEMALUAN*

Pengobatan Terhadap Penyakit Kutu Kelamin

Cara menghilangkan kutu di rambut kelamin adalah dengan menggunakan obat topikal, seperti losion, krim, atau sampo antiparasit. Obat ini biasanya digunakan pada area yang terinfeksi atau seluruh tubuh bagian luar saja. Penanganan kutu kelamin dengan menggunakan obat topikal ini memerlukan pengulangan setelah 9 hingga 10 hari. Selama masa perawatan, Anda harus rutin memeriksa area tersebut guna memastikan keberadaan kutu atau telor yang mungkin masih tertinggal.
 
Kutu kelamin yang tidak segera ditangani berisiko menimbulkan beberapa komplikasi penyakit lain. Beberapa bahaya atau komplikasi yang akan terjadi adalah impetigo atau bisul akibat paparan bakteri, peradangan pada kelopak mata atau blefaritis, dan konjungtiva atau konjungtivitis. Karena itu, sebelum penyakit berlenjut pada komplikasi-komplikasi tersebut, tindak pencegahan harus segera dilakukan, yakni berupa:


• Hindari berbagi pakaian, handuk, dan seprai dengan orang yang terinfeksi.
• Jika Anda terdiagnosis kutu kelamin, segera periksakan seluruh anggota keluarga.
• Tidak melakukan hubungan seksual hingga dinyatakan sembuh oleh dokter.
• Rutin mencukur rambut kemaluan dan selalu jaga kebersihan pakaian dalam.


Segera Konsultasikan Bersama Klinik Utama Sentosa

Penanganan kutu di rambut kelamin bisa Anda lakukan bersama dokter ahli di Klinik Utama Sentosa. Klinik Utama Sentosa merupakan salah satu klinik kesehatan yang khusus menangani berbagai penyakit kulit dan kelamin terpercaya di daerah Jakarta. Melakukan perawatan di klinik ini, penyakit yang Anda derita akan sembuh dengan cepat karena dilengkapi peralatan medis canggih berteknologi modern.
 
Selain itu, Klinik Utama Sentosa juga memiliki berbagai keunggulan, salah satu layanan konsultasi online dan gratis. Melalui konsultasi, Anda akan mengetahui penyebab penyakit secara pasti serta jenis perawatan yang cocok dilakukan. Untuk informasi mengenai penyakit kulit dan kelamin lainnya, segera lakukan konsultasi atau hubungi hotline Klinik Utama Sentosa di nomor 081366657878.