Pengertian Penyakit Phimosis

 

Phimosis merupakan kondisi ketika kulup penis tidak mampu ditarik ke pangkal penis karena kulup penis pada pria lengket pada bagian dalam penis akibat dari kotoran yang terselip. Phimosis dapat mengganggu proses berkemih, meningkatkan risiko infeksi saluran kemih serta mengganggu hubungan seksual. Ketika anak laki-laki belum sunat, maka biasakan menarik dan mengulur kulup penis ke pangkal dan ujung untuk menghindari lengket. Namun, pada sebagian orang, mungkin tidak dapat menarik kulup sepenuhnya sampai ke pangkal, dan ketika hal ini terjadi disebut dengan phimosis.

pengertian penyakit phimosis
pengertian penyakit phimosis


Phimosis sebuah kondisi yang terjadi dimana kulit khatan tidak dapat diretraksi atau dibuka melewati glans penis. Phimosis dibagi menjdi 2 jenis, antara lain:

  1. Phimosis fisiologis. Jenis phimosis ini banyak dialami oleh bayi dan anak-anak. Dalam kondisi yang normal, preputium seharusnya dapat diretraksi. Tapi, sebagian kasus preputium tetap lengket pada glans penis sehingga ujungnya akan mengalami penyempitan. Jika hal ini tidak segera ditangani maka akan mengganggu proses berkemih pada anak.
  2. Phimosis patologis. Jenis phimosis patologis terjadi akibat terjadinya peradangan atau cedera pada preputium. Dampak yang akan timbul adalah berupa jaringan parut kaku yang akan menghalangi retraksi.

 

Apa yang menjadi penyebab penyakit phimosis?

Anak laki-laki yang menderita penyakit phimosis umumnya memiliki riwayat beberapa penyakit tertentu, seperti diabetes. Pasien akan rentan mengalami infeksi yang akan membentuk jaringan parut pada kulup yang menyebabkan kulit penis tidak lentur. Selain itu biasanya menderita penyakit balanitis atau peradangan kepala penis yang menyebabkan saluran air kecil yang kian mengecil.

Jika saat ini Anda atau pasangan Anda belum disunat, maka sebaiknya mulailah untuk memperingatinya dari sekarang. Usia yang semakin bertambah pada pria, kelenturan kulup penisnya akan kian berkurang. Akibat hal ini kulup menjadi tidak fleksibel dan akan sulit saat ingin menariknya, baik pada saat buang iar kecil ataupun hubungan seksual.

Cedera pada penis dapat terjadi akibat beberapa faktor, mulai dari hubungan seksual yang terlalu keras, melakukan oral seks tidak tepat, hingga kesalahan saat melakukan hubungan olahraga. Jika pasangan belum sunat, kemungkinan terjadinya cedera membuat kulit kulupnya robek dan akan mengalami peradangan yang berdampak pada phimosis.

 

Faktor risiko penyebab phimosis

Beberapa faktor risiko yang meningkatkan seseorang mengalami phimosi adalah:

  • Personal hygiene yang buruk.
  • Seiring dengan bertambahnya usia maka pria akan lebih rentan terkena phimosis. Hal ini disebabkan berkurangnya frekuensi ereksi serta kulit yang perlahan akan kehilangan tingkat elastisitas.
  • Episode yang berulang radang pada batang penis.
  • Penis yang belum dikhitan atau di sunat.

 

Gejala penyakit phimosis

Gejala phimosis pada bayi

Jika Anda memiliki bayi laki-laki sebaiknya hindari pemakaian bedak pada daerah intim. Hal ini dapat menyumbat kulup penis dan akan meninggalkan sisa bedak yang dapat menyebabkan infeksi. Pada umumnya anak akan rewel, sulit ketika mau buang air kecil, serta demam tinggi. Jika sudah seperti ini, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan pada dokter untuk mendapat penanganan sebelum terlambat.

Gejala pada pria dewasa

Jika Anda belum disunat, pastikan untuk selalu membersihkan penis setelah buang air kecil. Jika tidak, maka bakteri serta virus dan jamur parasit akan membuatnya mengalami infeksi. Bahkan jika sudah sampai pada fase yang parah, penis akan menjadi berwarna merah, bengkak, serta rasa nyeri pada saat melakukan hubungan seksual. Penderita penyakit phimosis sebaiknya segera lakukan sunat, agar penyakit phimosis tidak menimbulkan risiko yang akan lebih membahayakan pada Anda.

 

Mengatasi penyakit phimosis

Pada kasus yang belum parah, penyakit phimosis dapat sembuh sendiri, terutama pada anak laki-laki kondisi ini tidak perlu diperbaiki. Namun apabila sudah menganggu proses pada saat buang air kecil atau muncul masalah lain seperti infeksi. Segera konsultasikan pada dokter. Mengobati infeksi termasuk akibat balanitis, biasanya dokter akan mengambil sampel usap untuk mengetahui penyebab infeksi. Selanjutnya proses dan metode untuk mengobati phimosis akan dilakukan.

Pada pria yang telah dewasa, sebaiknya untuk melakukan sunat. Metode sunat untuk pria dewasa kini banyak ditemukan. Namun, sebaiknya tidak sembarangan untuk melakukan tindakan ini tanpa dokter yang sudah ahli. Selain itu untuk meredakan beberapa gejala sebaiknya biasakan untuk membersihkan organ vital Anda.

Sirkumsisi atau sunat serta tindakan pembedahan lainnya yang mungkin akan diperlukan. Sirkumsisi merupakan pengambilan seluruh kulup pada penis. Operasi pengangkatan hanya sebagian kulup penis juga merupakan suatu pilihan. Sirkumsisi pada umumnya dilakukan untuk anak-anak, sedangkan proses pembedahan dapat dilakukan pada pria usia berapapun.

Konsultasikan masalah phimosis Anda pada dokter ahli profesional serta sudah berpengalaman di Klinik Utama Sentosa.

 

Konsultasikan keluhan Anda pada Klinik Utama Sentosa

Klinik Utama Sentosa merupakan salah satu klinik kulit dan kelamin terbaik yang berada di Jakarta, Indonesia. Dokter Klinik Utama Sentosa sudah banyak mengatasi sunat pada pria dewasa dengan hasil terbaik serta sunat dengan metode terbaru.

Klinik Utama Sentosa memiliki dokter ahli profesional yang sudah berpengalaman serta di dukung dengan peralatan medis modern dan canggih. Hal ini bertujuan untuk membantu berjalannya proses pengobatan dengan baik.

Di Klinik Utama Sentosa Anda dapat konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk metode pengobatan atau tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah penyakit kelamin Anda dengan leluasa. Pelayanan dan perawatan intensif setelah proses dan tindakan sunat yang dijalani. Anda akan langsung ditangani oleh dokter ahli dengan biaya yang relatif terjangkau. Tidak perlu jauh-jauh keluar Negeri untuk melakukan tindakan sunat. Karena di Indonesia sudah memiliki tindakan sunat modern dan terbaru.

 

Untuk konsultasi lebih lanjut dengan dokter Klinik Utama Sentosa terkait penyakit kelamin yaitu phimosis, silahkan hubungi kami di Nomor 0813 6262 1616.