Kulup Panjang, Bagaimana Bisa Terjadi?

Masalah kulup panjang merupakan kondisi yang dapat terjadi karena penderitanya belum melakukan sunat atau khitan. Kulup panjang atau biasa disebut fimosis akan mengganggu proses berkemih, hubungan seksual, serta meningkatkan risiko infeksi saluran kencing. Keadaan ini juga bisa mempersulit dalam membersihkan daerah bawah kulit kelamin sehingga infeksi mudah terjadi.

kulup panjang
kulup panjang

Bagaimana Penyakit Fimosis Dapat Terjadi?

Kulup panjang dapat diderita oleh anak berusia 3 sampai 4 tahun hingga pria dewasa. Penyebab seorang anak dapat terkena penyakit kulup panjang adalah karena bagian atas kelamin yang terlalu kecil, braking cord terlalu pendek sehingga kulup tidak dapat ditarik sempurna, dan adanya infeksi yang mengakibatkan luka pada kepala kelamin. Sementara pada pria dewasa, kulup panjang akan terjadi karena beberapa faktor sebagai berikut:
 

• Memiliki masalah medis
 
Pria dewasa yang menderita kulup panjang biasanya dipicu oleh adanya penyakit tertentu, seperti diabetes. Penyakit diabetes dapat membuat penderitanya menjadi rentan terinfeksi penyakit, termasuk fimosis. Fimosis dapat mengakibatkan jaringan parut pada kulup terbentuk. Adanya jaringan parut ini dapat membuat kulit kulup tidak lentur dan sulit ditarik ke belakang.


• Faktor usia

Selain faktor medis, kulup yang tidak dapat ditarik disebabkan oleh faktor usia seseorang. Semakin bertambahnya usia seseorang, maka tingkat kelenturan kulit kulup kelamin akan semakin berkurang. Kulit kulup yang sudah lentur ini dapat mengakibatkan seseorang kesulitan untuk menariknya ke belakang melawati kepala kelamin atau glans.


• Melakukan peregangan berlebih

Faktor lain yang menyebabkan kulit kulup kelamin sulit ditarik adalah karena melakukan penarikan atau peregangan berlebih. Menarik kulup terlalu kuat atau melakukan peregangan yang keras dapat memicu kulup menjadi robek hingga mengalami peradangan. Jika dibiarkan begitu saja, kondisi ini akan mengarah pada fimosis atau kulup panjang.

Apa Saja Penanganan Terhadap Penyakit Fimosis?

Sebagian besar kasus fimosis bukan merupakan masalah yang besar sehingga terkadang pengobatan tidak diperlukan. Akan tetapi, jika sudah muncul gejala yang cukup mengganggu maka dokter akan memberikan beberapa obat. Penggunaan obat ini berguna untuk meringankan gejala yang diderita. Obat yang diberikan dokter untuk mengatasi fimosis, adalah sebagai berikut:
 
• Steroid topikal, diberikan pada penderita fimosis guna membantu melenturkan kulup sehingga mudah untuk ditarik.
 
• Krim antijamur, diberikan pada penderita penyakit fimosis yang mengalami infeksi akibat jamur.
 
• Obat antibiotik, diperlukan bagi penderita fimosis guna mengatasi infeksi yang terjadi akibat bakteri tertentu.
 
Untuk mendapatkan kesembuhan maksimal, Anda dapat mencegah penyakit dengan beberapa hal, salah satunya rutin membersihkan organ kelamin. Organ kelamin harus dibersikan setiap hari dengan air hangat ketika mandi. Gunakan juga sabun pembersih yang ringan serta tidak mengandung parfum untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi pada organ kelamin. Pembersihan kulit di bawah kulup bisa dilakukan dengan menariknya secara perlahan.



Segera Konsultasikan dengan Klinik Utama Sentosa

Penyakit sulitnya menarik kulup ke belakang atau kulup panjang dapat ditangani dengan melakukan konsultasi di Klinik Utama Sentosa. Klinik Utama Sentosa merupakan salah satu klinik spesialis penanganan berbagai jenis penyakit kulit dan kelamin terbaik di daerah Jakarta. Perawatan penyakit di klinik ini, Anda akan ditangani oleh dokter ahli yang telah berpengalaman dengan menggunakan peralatan medis canggih berteknologi modern.
 
Klinik Utama Sentosa juga memberikan pelayanan medis terbaik sehingga pasien dapat merasakan kenyamanan serta kepuasaan setelah melakukan perawatan maupun pemeriksaan rutin. Sebelum dilakukan penanganan, Anda bisa berkonsultasi untuk mengetahui penyebab penyakit serta jenis perawatan yang cocok dilakukan. Untuk informasi lebih lanjut, segera hubungi hotline Klinik Utama Sentosa di nomor 081366657878.