Ketahui, Ini AKibat Pria Tidak Disunat

Salah satu akibat jika pria tidak disunat adalah mengalami kulup panjang atau fimosis. Fimosis merupakan kelainan pada pria dimana kulit kulup melekat kencang pada kepala kelamin atau glans. Penyakit fimosis masih dianggap wajar jika dialami oleh bayi atau balita. Namun, jika terus berlanjut hingga anak tumbuh besar bahkan dewasa maka dapat memunculkan gejala yang cukup mengganggu.
pria tidak disunat
pria tidak disunat

Beberapa Gejala Penyakit Fimosis Pada Pria

Secara umum, penyakit fimosis tidak menimbulkan rasa nyeri atau gejala apapun sehingga gejala sulit diketahui. Namun, biasanya penderitanya akan kesulitan untuk membersihkan kotoran di bawah kulup kelamin sehingga organ genital rentan terkena infeksi. Meski jarang menimbulkan gejala yang jelas, jika infeksi sudah semakin parah maka akan menyebabkan kulit kelamin berwarna merah, terjadi pembengkakan, hingga nyeri. Selain disebabkan karena pria tidak disunat, fimosis juga dipicu oleh beberapa faktor, yakni sebagai berikut:


• Masalah medis

Salah satu kondisi yang menyebabkan fismosis adalah masalah medis, seperti penyakit diabetes. Diabetes membuat penderitanya rentan terkena infeksi sehingga jaringan parut mudah terbentuk di kulup. Hal inilah yang mengakibatkan kulit kulup menjadi tidak lentur dan sulit ditarik.


• Faktor usia

Tak hanya akibat pria tidak disunat dan masalah medis, penyakit fimosis bisa pula diakibatkan oleh faktor usia. Seseorang yang semakin bertambah usianya maka dapat menyebabkan berkurangnya kelenturan kulup. Karena itu, kulup menjadi sulit ditarik dan mengakibatkan munculnya masalah fimosis.


• Peregangan terlalu keras

Seorang pria yang terbiasa melakukan peregangan terlalu kuat atau menarik cukup keras dapat membuat kulit kulup menjadi robek. Kulup kelamin yang robek akan mengalami peradangan hingga iritasi. Tak hanya itu, kondisi ini biasanya akan mengarah pada penyakit fimosis.

Diagnosis Penyakit Fimosis Serta Penanganannya

Selain dikarenakan pria tidak disunat, dokter akan mendiagnosis penyakit fimosis berdasarkan riwayat medis dan pemeriksaan pada kelamin. Setelah hasil diagnosis diketahui, penanganan lanjutan perlu dilakukan untuk mengurangi gejala yang sudah mengganggu. Beberapa pilihan pengobatan untuk menangani fimosis akibat pria tidak disunat, yaitu:


• Obat steroid, biasanya dapat membantu melenturkan kulup sehingga mudah ditarik.

• Krim antijamur, diperlukan untuk pengobatan fimosis karena infeksi jamur.

• Obat antibiotik,, diberikan pada penderita fimsosis akibat infeksi dari bakteri.

Jika infeksi fimosis karena pria tidak disunat telah terjadi secara berulang, kemungkinan yang akan dokter lakukan adalah melakukan sirkumsisi atau sunat. Sunat merupakan pengangkatan sebagian atau keseluruhan kulit kulup pada kelamin pria. Untuk mencegah terjadinya fimosis kembali, penderita disarankan untuk menjaga kebersihan organ kelamin dengan cara mencuci kemaluan setiap hari saat mandi dengan air hangat dan gunakan sabun tanpa kandungan parfum guna menghindari risiko infeksi lebih lanjut.


Konsultasikan Segera Bersama Klinik Utama Sentosa

Cara menangani fimosis karena pria tidak disunat bisa dilakukan bersama dokter ahli di Klinik Utama Sentosa. Klinik Utama Sentosa merupakan salah satu klinik kesehatan yang khusus menangani berbagai jenis penyakit kulit dan kelamin di daerah Jakarta. Melakukan perawatan di klinik ini, proses penyembuhan berlangsung dengan cepat karena ditangani oleh dokter ahli berpengalaman di bidangnya dengan menggunakan peralatan medis canggih.
 
Klinik Utama Sentosa memberikan pelayanan medis terbaik dan maksimal sehingga pasien merasakan kepuasaan selama melakukan perawatan. Sebelum melakukan penanganan penyakit, pasien dapat berkonsultasi secara gratis bersama staf medis berpengalaman. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penyakit kulit dan kelamin lainnya, segera lakukan konsultasi atau hubungi hotline Klinik Utama Sentosa di nomor 081366657878.