Bahaya Pria Tidak Disunat dan Penanganannya

Fimosis atau kulup panjang merupakan salah satu bahaya pria tidak disunat. Penyakit fimosis terjadi ketika kulup kelamin terlalu ketat dan sulit ditarik ke bawah saat sedang ereksi. Kondisi ini dapat mengganggu proses berkemih, kegiatan seksual, dan meningkatkan risiko infeksi saluran kencing. Selain itu, fimosis juga akan membuat Anda kesulitan membersihkan daerah bawah kulit kelamin sehingga mudah terinfeksi.
bahaya pria tidak disunat
bahaya pria tidak disunat

Apa yang Menyebabkan Penyakit Fimosis?

Terdapat berbagai penyebab penyakit fimosis yang diderita pria, yakni masalah medis, faktor usia, dan akibat melakukan peregangan yang terlalu keras. Kondisi medis yang memicu fimosis adalah penyakit diabetes. Selain itu, faktor usia juga mengakibatkan kelenturan kulup berkurang sehingga sulit ditarik. Untuk menghindari kulit kulup robek, jangan melakukan tarikan atau peregangan yang terlalu kuat. Komplikasi atau bahaya pria tidak disunat bisa mengakibatkan beberapa kondisi, seperti:


• Pendarahan pada kemaluan

Bahaya pria tidak disunat yang tidak diobati dengan segera akan menyebabkan keluarnya darah dari organ kelamin bersamaan dengan urin. Jika sudah kronis, darah bisa keluar kapan saja tanpa harus berbarengan dengan air urin.


• Pembengkakan kulit

Pembengkakan kulit adalah bahaya pria tidak disunat lainnya yang membuat seluruh bagian kulit mengalami pembengkakan. Bengkak pada kulit ini akan menghambat proses buang air kecil atau berkemih.
 

• Masalah ereksi

Bahaya pria tidak disunat jika tak segera ditangani adalah mengakibatkan munculnya masalah ereksi. Pria akan merasakan sakit yang luar biasa sehingga tidak mampu ereksi dan berdampak pada kemandulan.


• Paraphimosis

Paraphimosis merupakan bahaya pria tidak disunat lainnya yang dapat muncul. Kondisi ini terjadi karena kulit kulup terjebak pada posisi sedang ditarik ke arah belakang kelamin. Karena itu, penderitanya akan merasakan kesakitan akibat kulup sulit kembali ke posisi awal.

Bagaimana Penanganan yang Dapat Dilakukan?

Sebelum melakukan penanganan, dokter biasanya mendiagnosis fimosis melalui riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik pada bagian kemaluan. Pada dasarnya, sebagian besar kasus fimosis tidak membutuhkan penanganan karena penyakit bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, jika fimosis sudah mengganggu, maka pemberian obat-obatan sangat diperlukan guna meringankan gejala, seperti:


• Obat topikal, berfungsi untuk membantu melenturkan kulup sehingga mudah ditarik.
• Krim antijamur, biasanya diberikan pada penderita yang mengalami infeksi karena jamur.
• Obat antibiotik, diperlukan guna mengatasi infeksi yang terjadi karena adanya bakteri.

Untuk mencegah terjadinya kekambuhan, penderita fimosis disarankan untuk melakukan beberapa tindakan, berupa rutin mencuci kemaluan dengan air hangat, gunakan sabun ringan yang tidak mengandung parfum saat membersihkan organ kelamin, dan tarik kulup secara perlahan agar tidak menimbulkan luka dan nyeri.


Konsultasikan Bersama Klinik Utama Sentosa

Bahaya pria tidak disunat bisa Anda ketahui melalui konsultasi bersama dokter ahli di Klinik Utama Sentosa. Klinik Utama Sentosa merupakan salah satu klinik kesehatan yang khusus menangani berbagai jenis penyakit kulit dan kelamin terbaik di daerah Jakarta. Sebelum penanganan dilakukan, Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu secara online guna mengetahui penyebab penyakit secara pasti dan jenis perawatan yang cocok dilakukan.
 
Selain itu, Klinik Utama Sentosa juga memberikan keringanan pada biaya perawatan sehingga pasien tidak perlu khawatir mengenai uang yang harus dikeluarkan. Dengan menggunakan peralatan medis yang canggih, proses penyembuhan penyakit akan berlangsung dengan cepat. Untuk mengetahui informasi tentang penyakit kulit dan kelamin lainnya, segera hubungi hotline Klinik Utama Sentosa di nomor 081366657878.