Sen01Jul201911:38

Bagaimanakah Penanganan Fimosis Yang Tepat?

 

Penanganan fimosis dibutuhkan untuk mengatasi gangguan kulup penis yang mengetat dan tidak bisa ditarik. Fimosis ini dapat terjadi pada bayi, anak-anak, maupun pria dewasa pasalnya fimosis umumnya terjadi akibat tidak sunat. Sunat atau khitan merupakan hal yang biasa dilakukan pria karena faktor budaya maupun agama, namun belakangan ini telah banyak yang menjalani khitan untuk alasan kesehatan.

penanganan fimosis
penanganan fimosis


Khitan memang memiliki beberapa manfaat yang baik untuk kesehatan alat kelamin, salah satunya yaitu mencegah bahkan merupakan salah satu bentuk penanganan fimosis. Mengalami fimosis saat masih kecil itu wajar, karena kulup penis memang menjadi lebih elastis seiring bertambahnya usia. Namun, jika setelah berusia 17 tahun , kulupnya masih elastis maka hal tersebut merupakan salah satu gejala fimosis.

Gejala Fimosis Pada Pria Dewasa


Pada bayi, fimosis ini dapat diatasi dengan menarik kulup penis perlahan. Beda halnya dengan fimosis yang terjadi pada pria dewasa yang dapat menyebabkan berbagai gangguan seperti gangguan buang air kecil dan masalah alat kesehatan lainnya. Berikut ada beberapa gejala yang menunjukkan kemungkinan Anda terkena fimosis:

• Penis berwarna merah.
• Nyeri pada penis akibat bengkak.
• Kulit penis menjadi pecah-pecah.
• Kurang bisa merasakan sensasi ketika berhubungan seksual.

Gangguan buang air kecil dan saat berhubungan seksual biasanya mulai dirasakan jika fimosis telah parah. Fimosis atau kulup panjang ini berisiko menyebabkan adanya infeksi karena bagian yang ditutupi kulup akan sulit untuk dibersihkan, padahal kemungkinan kotoran menempel di bagian dalam kulup bisa saja terjadi.

Penyebab Terjadinya Fimosis


Fimosis biasanya terjadi akibat adanya beberapa penyebab berikut ini:

• Bawaan lahir.
• Usia.
Kelenturan kulup penis semakin berkurang seiring bertambahanya usia, hal tersebut dapat menyebabkan adanya gangguan fimosis.
• Peregangan terlalu keras yang dilakukan pada kulup penis dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya fimosis maupun peradangan pada penis.
• Gangguan kesehatan
Adanya gangguan pada kulit seperti psoriasis, lichen planus, lichen sclerosus, hingga eksim biasanya dapat memicu terjadinya fimosis.


Cara Mencegah Fimosis


Fimosis pada pria dewasa dapat menyebabkan berbagai gangguan buang air kecil maupun gangguan ketika berhubungan seksual. Untuk menghindari adanya gangguan fimosis tersebut, maka lakukan hal berikut ini:

• Khitan

Selain mencegah fimosis, khitan memang dapat memberikan manfaat kesehatan terutama yang berkaitan dengan masalah fungsi penis baik untuk aktivitas buang air kecil maupun berhubungan seksual.

• Menjaga kebersihan penis

Kebersihan penis yang kurang terjaga dapat memicu adanya infeksi bakteri yang dapat menyebabkan berbagai gangguan pada kelamin, termasuk fimosis.

• Menggunakan sabun pembersih kemaluan dengan bahan yang aman juga dapat mencegah adanya iritasi pada kelamin yang dapat menyebabkan fimosis.


Metode Penanganan Fimosis
Untuk menghindari iritasinya semakin parah dan adanya infeksi penyakit lain yang mungkin muncul, maka penanganan fimosis harus segera dilakukan. Bentuk penanganan yang dapat digunakan diantaranya:

• Khitan.
• Obat antibiotik.
• Krim untuk anti jamur.
 
Penanganan fimosis yang digunakan tentunya harus disesuaikan dengan penyebab fimosis yang dialami oleh penderita. Untuk mengetahui penyebab fimosisnya, dapat dilakukan pemeriksaan dengan dokter di Klinik Utama Sentosa. Sebelum melakukan penanganan fimosis, lebih baik konsultasikan dulu keluhan yang Anda alami.
Mulai dari gejala yang Anda rasakan, hingga hal yang Anda lakukan dan kemungkinan menyebabkan fimosis. Jika dibutuhkan, pemeriksaan lanjut juga akan dilakukan untuk mengetahui penyebab terjadinya fimosis. Untuk konsultasi bisa dilakukan langsung di klinik kami, ataupun melalui layanan konsultasi online gratis di 081366657878.