Apa Penyebab Fimosis Pada Pria Dewasa?

Apa itu penyakit fimosis dan apa penyebab fimosis pada pria dewasa? Pada pria yang belum disunat atau tidak disunat, maka penis masih memiliki kulit kulup yang menempel di ujungnya. Kondisi ini disebut penyakit fimosis.
Konsultasikan keluhan Anda pada Klinik Utama Sentosa
Konsultasikan keluhan Anda pada Klinik Utama Sentosa
Kulit kulup mewakili setidaknya memliki sepertiga dari kulit penis. Kulup berfungsi untuk melindungi kepala penis dari gesekan serta kontak langsung dengan pakaian. Saat kulit kulup tidak dapat ditarik ke belakang atau mengerut muncur melewati kepala penis ketika ereksi, kondisi ini disebut fimosis. Fimosis muncul dalam bentuk cincin yang ketak atau karet gelang melingkari kulup di sekitar ujung penis, sehingga akan mencegah kulit kulup tertarik penuh ke belakang.

Penyebab fimosis pada pria dewasa, ada sejumlah faktor risiko serta kemungkinan yang menjadi penyebab fimosis, terutama pada pria yang tidak disunat. Namun walau telah disunat, pria dewasa mungkin mengalami fimosis jika memiliki infeksi saluran kencing (ISK) yang sering kambuh, infeksi pada kulit kulup, tidak merawat kebersihan penis, dan masih banyak faktor lain yang menjadi penyebab fimosis pada pria dewasa.

Beragam kondisi yang menjadi penyebab fimosis pada pria dewasa yang dapat meningkatkan risiko kulit kulup tidak dapat ditarik kembali, yaitu:

• Eksim pada penis. Kondisi ini ditandai dengan kulit penis kering, gatal, kemerahan, dan pecah-pecah.
• Psoriasis, timbul bercak merah dan kerak kulit mati di kulit.
• Lichen planus, ruam serta gatal di area tubuh, kondisi ini tidak menular.
• Lichen scelorus. Penyakit kulit sering terjadi di alat kelamin serta anus, menyebabkan munculnya jaringan parut di kulit kulup penis.




Gejala yang ditimbulkan penyakit fimosis

Setelah mengenal apa penyebab fimosis pada pria dewasa, maka penting untuk mengenal apa gejala fimosis itu sendiri. Pada umumnya fimosis tidak menimbulkan gejala selain kulup yang tidak dapat ditarik kebelakang.

Akan tetapi, pada beberapa orang mungkin akan merasakan nyeri ketika ereksi, kulit kemerahan, dan terkadang menyebabkan bengkak seperti balon di bawah kulup. Gejala yang muncul cukup parah, fimosis akan mengganggu kerja saluran urine, yang mengakibatkan peradangan penis (penyakit balanitis), infeksi kelenjar pada kulup (balanoposthitis), hingga penyakit paraphimosis, ketika kulup yang macet akhirnya akan mengehentikan aliran darah ke ujung penis pria.

Tindakan pengobatan fimosis

Pilhan pengobatan untuk mengatasi penyakit fimosis disesuaikan dengan gejala yang muncul, dan sebaiknya untuk selalu menjaga kebersihan alat vital setiap hari, serta menjaganya agar tetap kering.

Fimosis yang terjadi pada anak-anak, dokter akan menyarankan metode atau tundakan sunat. Bagi pria dewasa, setelah mengenal apa penyebab fimosis pada pria dewasa dan mengetahui gejalanya, disarankan untuk menggunakan kondom ketika melakukan hubungan seksual. Infeksi yang terjadi secara berulang walau telah diatasi dengan obat-obatan, kemungkinan dokter akan menyarankan tindakan sirkumsisi sunat, hal ini efektif untuk mencegah fimosis berulang.



Konsultasikan keluhan Anda pada Klinik Utama Sentosa

Sedang mengalami masalah fimosis terlebih Anda belum sunat? Sudah saatnya Anda mengunjungi Klinik Utama Sentosa untuk menuntaskan masalah penyakit kelamin Anda. Klinik Utama Sentosa adalah klinik kelamin yang khusus menangani penyakit kelamin. Anda tidak perlu khawatir dan malu dengan kondisi kelamin Anda, sebab disini Anda ditangani langsung oleh dokter ahli profesional berpengalaman. Hadir dengan metode pengobatan tanpa efek samping. Memberikan perawatan medis prima yang aman, cepat, tepat dan akurat hingga tuntas dengan biaya terjangkau.

Untuk informasi lebih lanjut terkait penyebab penyakit fimosis pada pria dewasa, silahkan klik website kami untuk konsultasi langsung dengan dokter, atau hubungi kami di 081366657878 .