Sel28Mei201909:54

Apa Akibat Penis Belum Disunat?

Penis belum disunat bisa menyebabkan seorang pria mengalami kelainan dimana kulup kelamin melekat dengan kencang. Hal ini biasanya dinamakan dengan fimosis atau kulup panjang. Kondisi fimosis umum terjadi pada anak yang berusia dua hingga enam tahun. Jika dibiarkan hingga anak lebih besar atau dewasa, maka bisa menimbulkan gejala yang mengganggu seperti kesulitan buang air kecil.
penis belum disunat
penis belum disunat

Gejala Penyakit Fimosis Serta Penyebabnya

Tanda atau gejala utama akibat penis belum disunat adalah perubahan kulit kulup menjadi kemerahan, mengalami pembengkakan, dan terasa nyeri. Dalam kasus yang lebih parah, dampak penis belum disunat bisa berupa adanya gangguan ketika melakukan hubungan seksual, kesulitan buang air kecil, kulit kelamin mengalami pecah-pecah, dan kurang merasakan sensasi saat berhubungan intim. Selain faktor penis belum disunat, fimosis dapat pula disebabkan oleh:
 

• Masalah medis

Tak hanya akibat penis belum disunat, fimosis akan lebih berisiko terjadi pada seseorang yang menderita penyakit diabetes. Penyakit diabetes membuat seseorang menjadi lebih rentan terkena infeksi yang dapat membentuk jaringan parut pada kulup.


• Faktor usia

Salah satu faktor lain yang menyebabkan seseorang bisa mengalami kondisi fimosis adalah bertambahnya usia. Usia yang kian bertambah dapat menyebabkan berkurangnya kelenturan kulit kulup sehingga menjadi sulit untuk ditarik.


• Peregangan terlalu kuat

Penyakit fimosis bukan hanya mengenai penis belum disunat, namun juga faktor fisik seperti tarikan atau peregangan yang terlalu kuat. Kedua hal tersebut dapat membuat kulit kulup menjadi robek dan mengalami peradangan sehingga mengarah pada kondisi fimosis.


Bagaimana Pengobatan Pada Penyakit Fimosis?

Sebelum menangani penyakit fimosis, dokter biasanya akan melakukan diagnosis pada kondisi pasien. Dokter bisa mendapatkan hasil diagnosis dengan tepat menggunakan anamnesa riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik pada bagian organ kelamin. Jika hasil diagnosis sudah diketahui, pengobatan baru bisa dilakukan dengan menggunakan obat-obatan tertentu. Beberapa obat yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit fimosis, antara lain:
 
• Steroid topikal, merupakan obat yang digunakan untuk melenturkan kulup sehingga memudahkan untuk ditarik.

• Krim antijamur, biasanya diberikan pada penderita yang mengalami fimosis akibat adanya infeksi dari jamur.
 
• Obat antibiotik, adalah salah satu obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi akibat dari bakteri.
 
Jika ingin mendapatkan hasil kesembuhan yang maksimal, penderita fimosis disarankan untuk melakukan beberapa tindak pencegahan. Pencegahan ini dimaksudkan agar kondisi fimosis tidak terulang kembali. Beberapa saran pencegahan yang bisa Anda lakukan adalah mencuci orang kelamin secara rutin setiap hari menggunakan air hangat, gunakan sabun yang tidak mengandung parfum, dan hindari pemakaian deodoran pada kemaluan untuk mengurangi risiko iritasi.


Segera Lakukan Konsultasi di Klinik Utama Sentosa

Bahaya akibat penis belum disunat berupa fimosis dapat ditangani dengan melakukan konsultasi bersama dokter ahli di Klinik Utama Sentosa. Klinik Utama Sentosa merupakan salah satu klinik kesehatan yang khusus menangani berbagai jenis penyakit kulit dan kelamin terbaik di daerah Jakarta. Sebelum penanganan dilakukan, Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu secara online guna mengetahui penyebab penyakit secara pasti dan jenis perawatan yang cocok dilakukan.
 
Selain itu, Klinik Utama Sentosa juga memberikan keringanan pada biaya perawatan sehingga pasien tidak perlu khawatir mengenai uang yang harus dikeluarkan. Dengan menggunakan peralatan medis yang canggih, proses penyembuhan penyakit akan berlangsung dengan cepat. Untuk mengetahui informasi tentang penyakit kulit dan kelamin lainnya, segera hubungi hotline Klinik Utama Sentosa di nomor 081366657878.