Sab16Mar201915:55

Simak, Berikut Cara Pengobatan Sistitis

Pengobatan sistitis biasanya dilakukan bersama dokter dengan memberikan antibiotik sesuai resep yang dianjurkan. Sistitis atau radang kemih terjadi akibat infeksi bakteri bernama Escherichia coli atau E.coli. Bakteri dapat masuk ke dalam saluran kemih melalui uretra dengan berbagai cara, seperti memiliki kebiasaan menyeka anus dari arah belakang ke depan, berhubungan seksual, dan penggunaan kateter jangka panjang.
pengobatan sistitis
pengobatan sistitis

Penyebab Penyakit Sistitis Serta Gejalanya

Untuk melakukan pengobatan sistitis, penyebab penyakit harus diketahui terlebih dahulu. Penyebab penyakit sistitis yang paling utama adalah bakteri, namun terdapat pula faktor risiko lainnya. Beberapa faktor yang akan memperbesar risiko terjadinya infeksi pada kandung kemih adalah karena mengalami gangguan mengosongkan kandung kemih, memasuki masa menopause, dan menderita penyakit diabetes. Pemicu peradangan kandung kemih lainnya, dapat berupa:
 

• Menggunakan obat-obatan kemoterapi.
• Akibat efek samping dari pengobatan radioterapi.
• Memiliki penyakit tertentu, seperti batu ginjal.
• Pemakaian sabun pembersih pada organ intim.
• Wanita yang sedang dalam kondisi hamil.
• Mempunyai gangguan nyeri yang sudah kronis.

Jika penyebab sudah diketahui, pengobatan sistitis bisa dilakukan segera. Pengobatan sistitis ini bertujuan untuk meradakan gejala yang muncul, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Pada anak-anak, gejala sistitis ditandai dengan demam yang melebihi 38 derajat Celsius, berkurangnya selera makan, tubuh terasa lemas, sering mengompol, rewel, dan juga mual atau muntah. Sementara orang dewasa, beberapa gejala yang akan terasa, adalah sebagai berikut:

• Merasakan sakit serta sensasi terbakar.
• Perubahan pada warna urin serta berbau tajam.
• Urin keluar beserta dengan adanya darah.
• Terasa nyeri pada perut bagian bawah.
• Keinginan buang air kecil meningkat.


Cara Tepat Menangani Penyakit Sistitis

Dokter akan melakukan pengobatan sistitis berdasarkan jenis bakteri yang ditemukan, tingkat keparahan inflamasi yang terjadi, serta kondisi kesehatan penderitanya. Obat yang diberikan dokter harus dihabiskan sesuai dengan anjurannya. Hal ini berguna untuk memastikan bakteri penyebab infeksi kandung kemih dapat benar-benar hilang. Selama masa pengobatan sistitis, penderitanya disarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual sementara waktu.
 
Jika gejala sistitis tidak kunjung mereda, pemberian dosis obat akan ditambah guna mengatasi infeksi bakteri. Obat antibiotik diresepkan untuk waktu 3 hingga 7 hari atau lebih lama tergantung jenis infeksi yang terjadi. Untuk mendapat kesembuhan dengan cepat, penderita sistitis perlu melakukan beberapa tindak pencegahan, seperti:
 
• Jauhi kebiasaan menahan urin dalam kandung kemih terlalu lama.
• Tidak membersihkan organ kelamin dengan sabun berbahan kimia.
• Perbanyak konsumsi air putih guna membantu mengeluarkan bakteri.
• Gunakan pakaian bawahan atau celana dalam dengan bahan katun.
• Biasakan diri untuk menyeka organ kelamin dari belakang ke depan.


Lakukan Konsultasi Bersama Klinik Utama Sentosa

Pengobatan sistitis bisa dilakukan dengan berkonsultasi bersama dokter ahli di Klinik Utama Sentosa. Klinik Utama Sentosa merupakan salah satu klinik penanganan berbagai penyakit kulit dan kelamin terpercaya di daerah Jakarta. Dengan melakukan perawatan serta pemeriksaan rutin di klinik ini, Anda akan merasakan kepuasaan karena penanganan dilakukan oleh dokter ahli yang telah berpengalaman di bidangnya.
 
Klinik Utama Sentosa memberikan Anda beberapa keuntungan, seperti adanya layanan konsultasi secara gratis dan online. Melalui layanan konsultasi, Anda akan mengetahui apa saja penyebab, komplikasi yang mungkin terjadi, dan jenis penanganan terhadap penyakit yang diderita. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, Anda bisa segera melakukan konsultasi atau hubungi hotline Klinik Utama Sentosa di nomor 081366657878.