Sab16Mar201911:54

Ketahui Gejala Sistitis Sebelum Terlambat

Gejala sistitis pada orang dewasa lebih mudah dikenali dibandingkan anak-anak. Sistitis merupakan penyakit yang terjadi karena adanya inflamasi atau peradangan pada kandung kemih akibat bakteri. Penyakit ini lebih rentan diderita oleh wanita karena saluran uretra yang dimiliki lebih pendek dibandingkan pria. Hal ini mengakibatkan bakteri penyebab sistitis mudah berpindah dari anus hingga masuk ke saluran kemih.
gejala sistitis
gejala sistitis

Beberapa Gejala dari Penyakit Sistitis

Gejala sistitis pada anak-anak cenderung sulit diketahui karena mereka tidak bisa mengungkapkan apa yang dirasakan. Namun, biasanya penderita sistitis yang masih berusia muda ditandai dengan sakit ketika buang air kecil, frekuensi buang air kecil meningkat, mengalami sakit pada perut, tubuh terasa lemas serta mudah lelah, berkurangnya nafsu makan, mual hingga muntah, dan juga demam. Sementara, gejala sistitis pada orang dewasa lebih mudah diketahui, seperti:


• Sering buang air kecil namun dengan jumlah yang sedikit.
• Urin yang keluar terkadang disertai dengan darah.
• Perubahan warna urin menjadi keruh serta berbau tajam.
• Merasakan sakit atau sensasi terbakar ketika buang air kecil.
• Tubuh terasa demam atau kurang sehat.
• Meningkatnya keinginan buang air kecil melebihi normal.

BEBERAPA PENYEBAB DARI PENYAKIT SISTITIS*

Bagaimana Penanganan yang Dapat Dilakukan?

Sebelum penanganan terhadap penyakit sistitis, dokter akan mendiagnosis penyakit dengan menanyakan gejala serta riwayat yang dialami penderitanya. Diagnosis sistitis baru bisa diketahui jika disertai dengan pemeriksaan lanjutan, seperti analisis sampel urin dan foto rontgen atau USG. Pemeriksaan sampel urin dilakukan guna mendeteksi keberadaan bakteri dalam urin. Sementara USG bertujuan unutk mencari penyebab lain dari munculnya gejala sistitis.
 
Pada umumnya, gejala sistitis dapat mereda dan sembuh dalam beberapa hari. Pengobatan terhadap gejala sistitis yang dilakukan dokter adalah memberikan obat antibiotik berdasarkan jenis bakteri yang ditemukan, tingkat keparahan peradangan yang terjadi, dan kondisi kesehatan pasien. Obat harus dikonsumsi sampai habis guna memastikan bakteri penyebab sistitis menghilang sepenuhnya. Untuk mendapatkan kesembuhan maksimal, berikut beberapa pencegahan yang bisa dilakukan, antara lain:


• Hindari kebiasaan menahan keinginan untuk buang air kecil.
• Tidak menggunakan sabun pembersih kemaluan yang mengandung parfum.
• Perbanyak konsumsi air putih guna membantu mengeluarkan bakteri.
• Kenakan celana dalam yang berbahan dasar lembut, seperti katun.
• Terapkan kebiasaan menyeka organ kelamin dari arah depan ke belakang.

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami gejala umum dari infeksi ginjal, seperti nyeri pada punggung, demam hingga menggigil, dan mengalami mual hingga muntah. Jika gejala penyakit sistitis yang muncul diabaikan, maka penderitanya berisiko terkena komplikasi penyakit lebih serius. Beberapa komplikasi yang mungkin muncul akibat peradangan pada kandung kemih, antara lain pendarahan pada saluran kemih atau hematuria dan infeksi pada ginjal atau pyelonephritis.


Konsultasikan Segera Bersama Klinik Utama Sentosa

Gejala sistitis dapat ditangani bersama dokter ahli di Klinik Utama Sentosa. Klinik Utama Sentosa merupakan salah satu klinik kesehatan yang khusus menangani berbagai penyakit kulit dan kelamin terpercaya di daerah Jakarta. Melakukan perawatan di klinik ini, Anda akan mendapatkan kesembuhan maksimal karena ditangani oleh dokter berpengalaman dan berkompeten dengan menggunakan peralatan medis yang canggih.
 
Tak perlu khawatir mengenai uang yang harus dikeluarkan, karena Klinik Utama Sentosa memberikan keringanan biaya pada pasien. Selain itu, Klinik Utama Sentosa memiliki fasilitas unggulan, seperti layanan konsultasi online dan gratis. Melalui konsultasi ini, pasien dapat mengetahui penyebab penyakit serta jenis perawatan yang cocok dilakukan. Untuk informasi lebih lanjut, segera hubungi hotline Klinik Utama Sentosa di nomor 081366657878.