Sen11Mar201909:40

Apa Penyebab Anyang Anyangan Pada Wanita?

Penyebab paling utama anyang anyangan pada wanita adalah karena memiliki saluran uretra yang lebih pendek dibanding pria. Kebanyakan wanita berisiko mengalami kondisi anyang anyangan ini secara berulang kali. Hal tersebut bisa jadi disebabkan karena kebiasaan yang salah saat menyeka organ kelamin seusai buang air kecil. Anyang anyangan pada wanita disebabkan karena cara membilas organ kelamin dari arah belakang ke depan sehingga bakteri dari anus terbawa masuk ke dalam saluran uretra.
anyang anyangan pada wanita
anyang anyangan pada wanita

Apa Saja Penyebab Penyakit Anyang Anyangan?

Selain bakteri, penyebab anyang anyangan pada wanita bisa pula dikarenakan adanya infeksi jenis lain, seperti infeksi kandung kemih, infeksi ginjal, infeksi prostat, pembengkakan pada bagian uretra. Selain itu, penyakit menular seksual kerap kali ditandai dengan rasa sakit saat buang air kecil atau anyang anyangan. Beberapa penyebab anyang anyangan pada wanita lainnya, adalah sebagai berikut:




• Iritasi pada organ intim karena menggunakan alat khusus pembersih kemaluan.
• Tumbuhnya jaringan tidak normal pada area organ intim yang mengakibatkan nyeri.
• Muncul batu pada kandung kemih wanita karena tidak tuntas ketika buang air kecil.
• Mengalami trauma akibat cedera saat berhubungan seks atau pemasangan kateter.
• Faktor hormonal, yakni efek dari menopause yang membuat kemaluan kering.
• Kondisi neurologis, seperti sulitnya mengosongkan kandung kemih.
• Kanker yang menyerang uretra, kandung kemih, organ kelamin, dan vulva.

Faktor penyebab tersebut akan memunculkan gejala yang beragam, yakni meningkatnya keinginan buang air kecil, tidak nyaman saat berkemih, perubahan warna urin menjadi lebih pekat atau keruh, urin yang keluar disertai dengan darah, dan terkadang diiringi dengan demam. Dalam beberapa kasus, gejala yang timbul tidak menyebabkan rasa sakit maupun nyeri, namun pemeriksaan bersama dokter harus segera dilakukan.


Bagaimana Cara Mencegah Anyang Anyangan?

Sebelum penanganan terhadap anyang anyang pada wanita, dokter biasanya akan melakukan diagnosis penyakit. Diagnosis dilakukan dengan melihat riwayat kesehatan, gejala yang dialami, dan kebiasaan yang menyangkut organ intim. Jika hasil diagnosis sudah diketahui, pemeriksaan akan dilakukan menggunakan ultrasonografi atau USG, genitalia eksterna atau pemeriksaan organ kelamin tampak luar, dan pemeriksaan ginekologi pada wanita. Untuk mendapatkan kesembuhan optimal, tindak pencegahan terhadap anyang anyangan pada wanita perlu dilakukan, seperti:

• Hindari konsumsi minuman yang berisiko menimbulkan iritasi.
• Perbanyak konsumsi air putih guna membantu mengeluarkan bakteri.
• Usahakan untuk menyeka organ kelamin dari arah belakang ke depan.
• Segera buang air kecil setelah melakukan hubungan seksual.
• Tidak menggunakan produk berbahan kimia pada area kewanitaan.

Penyakit anyang anyangan pada wanita bisa disembuhkan dengan menjalani pola sehat tersebut secara rutin. Beberapa cara untuk mengatasi anyang anyangan ini adalah berendam di dalam air hangat, istirahat yang cukup, segera kosongkan kandung kemih jika terasa sudah penuh, dan jaga selalu kebersihan organ kelamin.


Segera Konsultasikan dengan Klinik Utama Sentosa

Cara menangani penyakit anyang anyangan pada wanita adalah berkonsultasi bersama Klinik Utama Sentosa. Klinik Utama Sentosa merupakan salah satu klinik kesehatan yang khusus menangani berbagai jenis penyakit kulit dan kelamin terpercaya di daerah Jakarta. Melakukan perawatan di klinik ini, Anda akan mendapatkan kepuasaan karena ditangani langsung oleh dokter ahli dan didukung dengan peralatan medis yang canggih serta modern.
 
Klinik Utama Sentosa memberikan kemudahan kepada para pasien dengan adanya keringanan pada biaya perawatan. Selain itu, Anda juga dapat berkonsultasi terlebih dahulu secara online dan gratis sebelum melakukan perawatan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penyakit kulit dan kelamin lainnya, Anda bisa segera menghubungi hotline Klinik Utama Sentosa di nomor 081366657878. Lakukan penanganan bersama Klinik Utama Sentosa sebelum penyakit menyebabkan komplikasi yang lebih serius.