Sab09Mar201915:40

Gejala Disfungsi Ereksi Pria Secara Umum

Gejala disfungsi ereksi ditandai dengan ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan posisi ereksi. Impotensi atau disfungsi ereksi merupakan salah satu masalah seksual yang umum dialami oleh pria berusia di atas 40 tahun. Penyebab munculnya gejala disfungsi ereksi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti depresi, cemas berlebih, hubungan tidak harmonis dengan pasangan, gangguan pada hormon, menyempitnya pembuluh darah menuju organ kelamin, serta adanya cedera atau luka pada kemaluan.
 
gejala disfungsi ereksi
gejala disfungsi ereksi

Bagaimana Gejala Umum Penyakit Disfungsi Ereksi?

Secara umum, gejala disfungsi ereksi pada pria berupa sulitnya organ kelamin mencapai ereksi, tidak mampu bertahan di posisi ereksi, dan menurunnya gairah seksual. Pada dasarnya, penyakit impotensi atau disfungsi ereksi bukanlah masalah serius. Namun, jika gejala disfungsi ereksi tidak kunjung menghilang, maka bisa menjadi pertanda adanya penyakit serius, seperti diabetes atau jantung koroner.




Impotensi pada pria biasanya disebabkan oleh masalah yang berhubungan dengan kerja otak, hormon, emosi, saraf, otot, dan pembuluh darah. Penyakit ini kerap menimbulkan pengaruh negatif bagi kehidupan seksual penderitanya karena dapat memperparah stres, depresi, dna menurunnya rasa percaya diri terhadap diri sendiri. Beberapa faktor risiko yang memicu seseorang menderita penyakit impotensi, adalah sebagai berikut:


• Faktor fisik

Umumnya, munculnya gejala disfungsi ereksi disebabkan oleh sesuatu yang bersifat fisik. Beberapa faktor fisik yang dapat memicu masalah impotensi adalah jantung, pengerasan pembuluh darah, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, ginjal, diabetes, dan obesitas.


• Faktor neurogenik

Selain faktor fisik, kondisi neurogenik juga bisa menyebabkan penyakit impotensi atau disfungsi ereksi. kondisi neurogenik yang dimaksud, meliputi cedera atau gangguan tulang belakang, stroke, tumor otak atau tulang belakang, Alzheimer, dan kerusakan pada saraf.


• Faktor hormonal

Segala hal yang mempengaruhi tingkat gairah seksual atau libido dapat menyebabkan masalah disfungsi ereksi. Kurangnya libido dapat membuat otak menjadi lebih sulit memicu ereksi. Beberapa kondisi hormonal tersebut adalah hypogonadisme, hypertiroidisme, dan hypotiroidisme.
 

• Faktor psikologis

Otak berperan penting dalam memicu rangkaian fisik yang menuntun untuk ereksi. Terdapat sejumlah hal yang dapat mengganggu hasrat seksual, yakni depresi, cemas berlebih, dan adanya masalah kehidupan seksual.


• Faktor gaya hidup

Kebiasaan buruk dapat meningkatkan risiko seorang pria menderita penyakit impotensi. Beberapa kebiasaan tersebut, antara lain merokok, konsumsi alkohol, menyalahgunakan obat, dan mengalami impotensi.


Penanganan Terbaik Terhadap Masalah Impotensi

Pengobatan terbaik pada gejala disfungsi ereksi akan bergantung pada penyebab penyakit. Jika penyebab penyakit dikarenakan kondisi medis, maka kondisi tersebut harus diobati terlebih dahulu. Namun, jika penyakit diakibatkan oleh gangguan psikologis, maka penderitanya harus segera melakukan konseling bersama dokter spesialis terkait atau psikiater. Untuk mendapatkan kesembuhan maksimal, penderitanya perlu menyertakan tindak pencegahan, seperti:

• Cegah atau kurangi faktor pemicu stres.
• Turunkan berat badan jika mengalami obesitas.
• Pastikan untuk rutin melakukan olahraga.
• Hentikan kebiasaan buruk, seperti merokok.
• Tidak mengonsumsi minuman beralkohol.
• Hindari pemakaian obat-obatan terlarang.


Lakukan Penanganan Bersama Klinik Utama Sentosa

Gejala disfungsi ereksi pada pria dapat diketahui dengan melakukan konsultasi bersama dokter ahli di Klinik Utama Sentosa. Klinik Utama Sentosa merupakan salah satu klinik kesehatan yang khusus menangani penyakit kulit dan kelamin terpercaya di daerah Jakarta. Melakukan perawatan di klinik ini, Anda akan mendapatkan perawatan terbaik karena ditangani oleh dokter ahli yang telah berpengalaman serta dibantu staf medis profesional.
 
Klinik Utama Sentosa juga memberikan pelayanan medis maksimal sehingga pasien akan merasakan kepuasaan selama melakukan perawatan. Selain itu, klinik ini menyediakan layanan konsultasi secara online dan gratis sehingga pasien dapat mengetahui penyebab penyakit dan jenis pengobatan yang cocok dilakukan. Untuk informasi lebih lanjut, segera lakukan konsultasi atau hubungi hotline Klinik Utama Sentosa di nomor 081366657878.