Min13Jan201911:42

Disfungsi Ereksi Berat Pada Pria

Disfungsi ereksi berat pada pria akan menyebabkan munculnya komplikasi jika tak segera ditangani dengan benar. Impotensi atau disfungsi ereksi berdampak pada kehidupan seksual penderitanya akibat merasa tidak bisa memuaskan hasrat seksual diri sendiri serta pasangan. Selain itu, disfungsi ereksi berat yang dialami pria akan menimbulkan rasa tidak nyaman, ejakulasi dini, hingga trauma untuk menjalani hubungan intim selanjutnya.

disfungsi ereksi berat
disfungsi ereksi berat
Disfungsi ereksi biasanya disebabkan oleh faktor yang berkaitan dengan gangguan pada pembuluh darah, gangguan saraf, struktur organ kelamin, pengaruh obat-obatan, dan faktor hormon dalam diri pria. Salah satu penyebab seorang pria menderita impotensi atau disfungsi ereksi adalah memiliki kebiasaan atau pola hidup yang buruk. Kebiasaan yang menjadi penyebab disfungsi ereksi, yakni berupa merokok, konsumsi alkohol, dan obat-obatan terlarang.


>>>lakukan konsultasi online dengan dokter Kami<<<

Apa Penyebab Disfungsi Ereksi Pada Pria?

Disfungsi ereksi atau impotensi merupakan kondisi dimana seorang pria tidak dapat melakukan ereksi secara optimal ketika berhubungan seksual. Beberapa kondisi yang dialami oleh penderita disfungsi ereksi adalah dapat melakukan ereksi di waktu tertentu, bisa melakukan ereksi namun tidak berlangsung lama dan tidak dapat melakukan ereksi sama sekali. Penyebab utama dari masalah ini, antara lain:


• Stres

Seorang pria yang sering mengalami stres bisa mempengaruhi kondisi tubuh, termasuk organ kelamin. Karena itu, usahakan untuk mengubah gaya hidup dengan menghindari faktor risiko pemicu stres. Anda dapat menerapkan gaya hidup sehat, seperti olahraga teratur, cukup istirahat, dan melakukan relaksasi terhadap tubuh.
 

• Kecemasan

Seseorang yang cemas karena tidak dapat memuaskan pasangan dapat memicu munculnya masalah disfungsi ereksi. Kecemasan berlebih yang dialami pria ini akan menimbulkan rasa takut hingga berusaha menghindari untuk melakukan hubungan seksual dalam waktu yang cukup lama.

• Libido yang rendah
 
Libido merupakan keinginan yang dimiliki pria maupun wanita untuk melakukan hubungan seksual. Pria dengan tingkat libido yang rendah akan mengalami masalah disfungsi ereksi. Libido yang rendah ini dapat meningkatkan faktor tertahannya ereksi dan merendam keinginan untuk melakukan hubungan seks.
 

• Penyakit tertentu

Masalah disfungsi ereksi biasanya dipengaruhi oleh kondisi kesehatan tertentu, seperti gangguan pada saraf, otot, dan juga aliran darah. Penyakit tertentu juga bisa menjadi faktor munculnya masalah ini. Kondisi tubuh yang dapat memicu disfungsi ereksi adalah diabetes, tekanan darah tinggi, cedera pada saraf tulang belakang, dan pengerasan arteri.

Komplikasi Akibat Mengalami Disfungsi Ereksi Berat

Penderita yang mengalami disfungsi ereksi berat akan menyebabkan masalah lain berupa komplikasi. Komplikasi dapat terjadi akan terjadi jika penanganan tidak segera dilakukan dengan tepat. Beberapa komplikasi atau risiko berbahaya akibat disfungsi ereksi berat pada pria, antara lain:


• Diabetes

Diabetes pada pria dengan kondisi disfungsi ereksi akan mengarah pada masalah seksual yang dapat membahayakan sistem saraf pada tubuh, Pembuluh darah pada saraf di organ kelamin akan mengalami cedera yang lebih serius sehingga mengakibatkan masalah disfungsi ereksi berat.


• Jantung

Risiko penyakit jantung lebih tinggi terjadi pada pria dengan kondisi disfungsi ereksi. Hal ini dikarenakan pembuluh arteri pada organ kelamin lebih kecil sehingga darah yang akan dipompa menjadi tersumbat. Disfungsi ereksi menunjukkan gejala sulitnya organ kelamin mencapai ereksi dan dapat menyebabkan masalah baru, seperti penyakit jantung setelah beberapa tahun.


Tindak Penanganan yang Dapat Dilakukan

Disfungsi ereksi bisa ditangani dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Selain itu, Anda juga bisa melakukan penanganan awal dengan upaya pencegahan faktor risiko yang menyebabkan disfungsi ereksi. Pencegahan disfungsi ereksi secara mandiri yang dapat dilakukan adalah berhenti konsumsi rokok dan melakukan penurunan berat badan jika mengalami obesitas.
 
Kinerja organ kelamin ketika berhubungan seksual ditentukan oleh obat-obatan yang dikonsumsi setiap hari. Karena itu, Anda harus menghindari penggunaan obat-obatan terlarang agar tidak menyebabkan munculnya masalah seksual. Jika penanganan mandiri masih belum cukup menghentikan masalah ini, maka segera lakukan perawatan bersama dokter ahli.
Lakukan konsultasi dan penanganan pada penyakit disfungsi ereksi berat dengan Klinik Utama Sentosa. Perawatan terbaik akan Anda dapatkan bersama staf medis dan dokter yang telah berpengalaman di bidang penyakit kulit dan kelamin. Anda bisa segera menghubungi hotline Klinik Utama Sentosa di nomor 0813 6665 7878 untuk informasi mengenai penyakit kelamin lainnya.