Jum09Agu201914:11

Mengenal Klinik Orkitis Terbaik di Kelapa Gading Jakarta

 

Orkitis dapat diobati di klinik orkitis terbaik di kelapa gading Jakarta. Pria dapat mengalami berbagai gangguan kesehatan pada alat kelamin, dan orkitis ini merupakan salah satunya. Orkitis dapat diobati dengan mengetahui penyebabnya. Kenapa? Karena ada beberapa faktor yang menyebabkan gangguan orkitis. Makanya, Anda jangan sembarangan menggunakan obat untuk mengobati penyakit orchitis ini.

klinik orkitis terbaik di kelapa gading jakarta
klinik orkitis terbaik di kelapa gading jakarta


Jika ingin mengenali apa itu penyakit orchitis, maka lakukan dengan mengetahui gejala serta penyebabnya terlebih dahulu. Baru setelahnya temukan cara pengobatan penyakit orkitis yang tepat. Jangan sampai salah mengenali orkitis dengan penyakit epididimitis. Gejala yang dialami oleh penderita penyakit epididimitis mirip dengan gejala penyakit orchitis. Lakukan pemeriksaan di dokter untuk mendiagnosis penyakit orkitis. Diagnosisnya dapat dilakukan dengan menjalani pemeriksaan fisik dan pemeriksaan lanjut jika diperlukan. Bagaimanapun, orkitis dan epididimitis merupakan epididimitis penyakit berbeda. Walaupun keduanya merupakan peradangan yang menyerang organ reproduksi pria.

Apa Itu Orchitis?


Orkitis merupakan sebuah kondisi akibat peradangan yang terjadi pada organ reproduksi pria. Bagian dari sistem reproduksi pria yang mengalami peradangan ini adalah testis. Penyebab peradangan pada testis ini salah satunya adalah virus penyebab gondongan. Selian virus penyebab gondongan, orkitis juga dapat terjadi akibat beberapa jenis virus lainnya seperti varicella, echovirus, dan coxsackie virus.

Penderita penyakit menular seksual juga berisiko mengalami orkitis. Bakteri penyebab penyakit menular seksual gonore dan klamidia dapat menyebabkan terjadinya orkitis ini. Pria yang menderita orkitis biasanya mengalami berbagai gejala seperti demam, mengeluarkan cairan mirip nanah dari penis. Selain itu, pembengkakan pada testis dan skrotum juga bisa dialami. Orkitis ini biasanya muncul setelah 4-7 hari pria menderita gondok. Gejala orkitis seperti di atas akan mulai muncul pada periode ini. Orkitis rentan terjadi pada pria yang berusia 45 tahun ke atas. Begitu juga dengan mereka yang menderita penyakit menular seksual.


Apa Saja Gejala Penyakit Orkitis?


Mengenali penyakit orkitis dapat melalui tanda ataupun gejalanya. Ketika gejala orkitis muncul, maka kita harus segera melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan untuk mendiagnosis penyakit orkitis dapat dilakukan dengan bantuan dokter. Begitu pula dengan pengobatannya. Untuk melakukan pengobatan, pertama kita perlu mengenali gejala orkitis yang mungkin terjadi.

• Testis bengkak, baik satu maupun keduanya.
• Sperma keluar bercampur dengan darah.
• Mual dan muntah muntah.
• Nyeri tiap buang air kecil maupun berhubungan seksual.
• Kelelahan.
• Testis menjadi lebih sensitif saat disentuh
• Nyeri pada area selangkangan.
• Demam.
• Sakit kepala.

Orkitis ini dapat mengganggu kesuburan jika tidak segera disembuhkan. Dengan gejala yang dialami, tentunya aktivitas buang air kecil dan berhubungan seksual juga mengalami gangguan. Karena penyebab orkitis tidak hanya satu macam, maka untuk mengatasinya tidak dapat disamaratakan. Perlu diketahui penyebabnya terlebih dahulu sebelum memutuskan pengobatan yang akan digunakan. Dan tidak disarankan untuk melakukan pengobatan secara mandiri karena keamanannya belum terjamin. Apalagi jika penyebabnya adalah penyakit menular seksual yang bahkan jika didiamkan tanpa pengobatan dapat menyebabkan penularan.

klinik orkitis terbaik di kelapa gading jakarta
klinik orkitis terbaik di kelapa gading jakarta

Apakah Faktor Penyebab Orkitis?

Penyebab terjadinya orkitis pada pria di antaranya adalah infeksi akibat bakteri penyebab penyakit menular seksual. Bakteri tersebut adalah penyebab penyakit klamidia serta gonore. Nama bakteri penyebab kedua penyakit menular seksual ini adalah Neisseria gonorrhoeae dan chlamydia trachomatis. Penyebab lainnya yaitu virus penyebab gondongan. Biasanya pria yang terkena virus gondongan atau mumps akan mengalami peradangan di bagian satu maupun kedua testisnya.
 
Selain akibat virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh, orkitis juga dapat disebabkan oleh penyakit menular seksual. Pria yang menderita penyakit menular seksual akan jauh lebih rentan mengalami peradangan pada testisnya. Selain itu, pria yang berusia di atas 45 tahun dapat meningkatkan risiko terkena orkitis. Apalagi mereka yang suka bergonta ganti pasangan seksual dan tidak menggunakan kondom ketika berhubungan seksual. Mereka jauh lebih rentan terkena orkitis yang dapat mengganggu kesuburan jika tidak segera diatasi dengan cara pengobatan yang tepat. Penyebab orkitis ini dapat diatasi sesuai dengan penyebabnya. Untuk penyakit menular seksual, selain pengobatan terhadap gejalanya, juga harus diatasi penyebabnya. Obat antibiotik dapat digunakan untuk menghentikan penyebaran bakteri penyebab penyakit menular seksual yang merupakan pemicu orkitis.

Diagnosis dan Pengobatan Untuk Orkitis


Ketika Anda mengalami pembengkakan pada bagian testis, maka ada kemungkinan anda mengalami orkitis. Namun, untuk mengetahui penyebabnya perlu dilakukan diagnosis. Untuk mengetahui apakah Anda positif terkena orkitis, maka dapat dilakukan diagnosis dengan beberapa tes seperti berikut:

• Tes urin.

Cara yang pertama adalah dengan menjalani tes urin. Tes ini dilakukan untuk mendeteksi adanya penyakit menular seksual maupun bakteri lain dalam tubuh yang menjadi penyebab infeksi.

• Tes darah

Cara diagnosis selanjutnya adalah tes darah. Tes ini perlu dilakukan agar kita dapat mengetahui adanya infeksi akibat virus HIV maupun penyebab penyakit menular seksual lain.

• Pemeriksaan penyakit menular seksual

Pemeriksaan lainnya adalah untuk meneliti cairan yang keluar dari penis penderita orkitis. Hal ini dilakukan untuk mengetahui penyakit menular seksual yang dideritanya, apakah penyakit gonore atau klamidia.

• Tes pencitraan pada testis

Tes ini dilakukan dengan memasukkan pelacak radioaktif yang dimasukkan ke dalam aliran darah Anda.

• USG testis

Cara yang ketiga adalah melakukan USG testis. Cara ini bertujuan untuk melihat peredaran darah pada testis.

• Pemeriksaan colok dubur

Berikutnya adalah cara untuk mengecek apakah terjadi pembesaran maupun pembengkakan prostat yang dialami oleh penderita orkitis. Pemeriksaan yang satu ini perlu dilakukan untuk mengetahui berapa lama waktu pengobatan yang diperlukan oleh pasien jika menggunakan obat antibiotik.



Jika beberapa jenis tes di atas dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit orkitis, maka untuk mengatasinya dapat digunakan obat antibiotik. Jika memang gejalanya cukup mengganggu, maka dapat digunakan obat untuk mengurangi gejala yang muncul. Biasanya dalam penggunaan metode pengobatan untuk orkitis dilakukan sesuai jenisnya. Orkitis terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan penyebabnya. Jenis yang pertama adalah orchitis bakteri yaitu orchitis yang disebabkan oleh bakteri. Biasanya pengobatan untuk orkitis jenis ini menggunakan obat antibiotik di klinik orkitis terbaik di Kelapa Gading Jakarta.

Berbeda halnya dengan orkitis idiopatik dimana penyebabnya masih belum diketahui secara pasti oleh dokter. Jadi, untuk mengobati orkitis jenis ini maka dapat digunakan obat antibiotik maupun anti inflamasi untuk mengurangi peradangan yang terjadi. Sedangkan untuk jenis orkitis yang ketika adalah yang disebabkan oleh virus. Obat yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit tersebut adalah antivirus yang bertujuan untuk mencegah penyebaran virus penyebab infeksi. Sedangkan untuk gejala pembengkakan yang terjadi, lakukan perawatan di rumah dengan mengompres bagian yang bengkak. Konsumsi obatnya secara teratur serta gunakan obat sesuai dengan saran dokter. Jangan sampai Anda mengalami kemandulan karena orkitis. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengobatan dan penanganan orkitis dapat dilakukan di Klinik Utama Sentosa. Klinik kami merupakan klinik orkitis terbaik di Kelapa Gading Jakarta. Hubungi saja layanan hotline kami untuk berkonsultasi di nomor 081366657878 .